Penelitian: Kafein Tidak Membantu Anda Menurunkan Berat Badan

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 20 Jul 2018 16:06 WIB
kesehatankopidiet
Penelitian: Kafein Tidak Membantu Anda Menurunkan Berat Badan
Para peneliti berkesimpulan bahwa kafein tidak berdampak terlalu besar terhadap upaya menurunkan berat badan. (Foto: Jason Briscoe/Unsplash.com)

Jakarta: Beberapa orang meyakini bahwa dengan meminum kopi dapat mengurangi keinginan untuk makan. Bahkan dipercayai beberapa orang untuk berdiet agar mengurangi asupan karbohidrat.

Tak hanya itu, beberapa suplemen diet yang mengandung kafein mengklaim dapat membantu mengurangi nafsu makan. Namun, klaim tersebut ternayata tidak benar.

Berdasarkan sebuah penelitian baru seperti dilansir dari Livescience, kafein tidak memberikan efek terhadap berat badan. Fakta tersebut merupakan hasil uji coba pada 50 orang dewasa sehat berumur 18-50 tahun. 

Dalam risetnya, setiap hari peserta diberikan disajikan tiga jenis jus yang memiliki kadar kafein berbeda, yaitu  bebas kafein, 4 ons dan 8 ons. Peneliti pun tidak memberitahukan mana minuman yang mengandung kafein atau tidak.

Setelah 30 menit, para peserta diberikan sarapan prasmanan, di mana mereka diizinkan untuk makan sebanyak yang mereka inginkan. Kemudian, mereka diizinkan pulang dan diinstruksikan untuk mendokumentasikan semua yang mereka makan sepanjang hari dengan menggunakan alat di online. 


(Peneliti berkesimpulan bahwa kafein tidak berdampak terlalu besar terhadap upaya menurunkan berat badan. Kafein hanya memiliki efek kecil pada asupan makanan sesaat mengonsumsinya. Foto: Toa Heftiba/Unsplash.com)

(Baca juga: Diet, Olahraga atau Keduanya untuk Menurunkan Berat Badan?)
 
Para peneliti menemukan peserta yang mengonsumsi kafein dosis rendah cenderung memiliki nafsu makan lebih sedikit daripada yang tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah kalori yang dimakan oleh peserta.

Tercatat, peserta yang meminum minuman dosis rendah mengonsumsi sekitar 650 kalori. Sedangkan yang minuman bebas kafein, mereka mengonsumsi 721 kalori.

Sementara di luar laboratorium, kadar kafein juga tidak memengaruhi selera atau jumlah makanan yang dimakan sepanjang hari. Mereka juga menemukan, indeks massa tubuh peserta tidak berpengaruh pada selera makan mereka atau seberapa banyak mereka makan.

Dengan begitu, peneliti berkesimpulan bahwa kafein tidak berdampak terlalu besar terhadap upaya menurunkan berat badan. Kafein hanya memiliki efek kecil pada asupan makanan sesaat mengonsumsinya.

"Tetapi efeknya dengan cepat habis. Hal itu menunjukkan kafein memiliki poin lemah, efek sementara pada asupan energi dan tidak mendukung kafein sebagai penekan nafsu makan yang efektif," tulis para peneliti.





(TIN)