Penyakit Autoimun tak Memandang Usia

   •    Kamis, 05 Apr 2018 17:28 WIB
kesehatan
Penyakit Autoimun tak Memandang Usia
Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang paling sering diderita manusia. (Foto: MI/Immanuel Antonius)

Jakarta: Dokter Spesialis Alergi dan Autoimun Iris Rengganis menyebut penyakit autoimun bisa menyerang siapa saja. Autoimun merupakan kondisi dimana antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru berbalik menyerang.

"Autoimun tidak memandang usia. Umumnya dimulai sejak usia 20 tahun ke atas bahkan sampai 50 tahun gejalanya tambah banyak," ungkapnya, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis, 5 April 2018.

Menurut Iris, dampak terburuk dari penyakit autoimun adalah menyerang organ vital tubuh seperti ginjal, jantung, otak, bahkan memicu stroke. 

Sama seperti penyakit lainnya, autoimun bisa diobati namun hanya untuk mengurangi gejala. Meski begitu ia meminta masyarakat agar penyakit autoimun tidak dianggap sebagai momok.

"Kami juga memberi edukasi, autoimun bisa (mengurangi gejalanya) tanpa obat tapi harus ikut kaidah. Dietnya, istirahat cukup, olahraga, dan jangan terlalu capek apalagi stres berat," kata Iris. 

Iris menambahkan penanganan autoimun perlu manajeman yang baik. Obat sudah tersedia namun dosisnya harus dijaga. Pasien tidak bisa mengatur dosis sendiri tanpa kontrol dan arahan dari tenaga medis.

"Pola makan juga menjadi satu hal yang penting. Dulu autoimun tidak ada dietnya tapi sekarang itu menjadi hal penting. Setiap orang kami beri edukasi yg boleh dan tidak boleh penanganan pun tergantung diagnosa awal jadi gejala autoimun harus diperiksakan secara khusus," jelas dia.




(MEL)