Kebiasaan Tidak Sarapan Tingkatkan Risiko Diabetes

Nia Deviyana    •    Kamis, 19 Jul 2018 16:49 WIB
tips kesehatan
Kebiasaan Tidak Sarapan Tingkatkan Risiko Diabetes
(Foto: Prevention)

Jakarta: Sarapan sangat penting untuk menunjang aktivitas tubuh sepanjang hari. Sebuah studi menemukan bahwa sarapan bergizi secara rutin dapat mencegah otak dari kepikunan. 

Di samping manfaat yang Anda dapatkan, ternyata juga ada akibatnya bagi kesehatan jika Anda melewatkan sarapan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari Reader's Digest

1. Risiko serangan jantung

Beberapa orang melewatkan sarapan untuk memotong asupan kalori, sementara sebagian besar lainnya mengaku terlalu sibuk pada pagi hari dan tidak lapar. Apapun alasannya, sarapan sangat penting dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat. 

Sebuah studi dari Harvard University menemukan bahwa pria yang melewatkan sarapan memiliki peluang sebanyak 27 persen lebih besar untuk mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang sarapan. 

Peneliti berasumsi, tidak sarapan membuat tubuh menjadi stres dan bekerja terlalu keras, pada akhirnya menyebabkan perubahan metabolik.

"Perubahan ini menyebabkan penumpukkan plak di arteri, meningkatkan kemungkinan masalah jantung," jelas  Christian J. Gastelum, MD, endokrinologis di PIH Health di Whittier, California.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Melewatkan sarapan bisa mengacaukan gula darah Anda. Studi dari Harvard University sebelumnya menemukan bahwa wanita yang secara teratur tidak sarapan memiliki peningkatan risiko sebanyak 20 persen untuk terkena diabetes tipe 2. 

"Melewatkan sarapan dan makan banyak pada siang harinya berkaitan dengan resistensi insulin, yang bisa berlanjut menjadi prediabetes dan diabetes," ujar Dr Gastelum.

3. Kenaikan berat badan

Kebalikan dari anggapan umum, melewatkan sarapan justru bisa membuat timbangan Anda semakin bergeser ke kanan karena secara tidak langsung membuat Anda makan banyak pada siang harinya.

4. Metabolisme menjadi lambat

Ketika Anda tidak sarapan, otak memberi sinyal kepada tubuh untuk menghemat bahan bakar. 

5. Penurunan kognitif

Tidak sarapan berkaitan dengan kesehatan otak. Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak yang sarapan dapat menyelesaikan tes dengan hasil yang baik. 

"Glukosa merupakan makanan untuk otak yang diperoleh dari asupan karbohidrat. Tetapi jangan memilih roti manis untuk sarapan, melainkan karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, dengan tambahan protein dari telur, dan lemak sehat dari alpukat," saran Dr Gastelum.

6. Mudah marah

Percaya atau tidak, melewatkan sarapan bisa membuat Anda jadi mudah marah. Studi di Inggris menunjukkan pria yang tak pernah melewatkan sarapan memiliki suasana hati yang lebih positif, dibandingkan mereka yang tidak pernah sarapan. 

Seretonin dan dopamin adalah neurotransmitter yang diproduksi otak untuk mengatur suasana hati. Dalam hal ini, ada hubungan antara asupan makan dengan keseimbangan neurotransmitter. 

Sebuah studi tahun 2014 yang dilakukan Univesity of California menunjukkan bahwa wanita yang tidak sarapan memiliki kadar kortisol (hormon stres) lebih tinggi dibandingkan wanita yang sarapan. 

Lihat video:






(DEV)