Dampak Buruk Pubertas Dini pada Anak Laki-laki

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 18 Jul 2018 18:38 WIB
studi kesehatan
Dampak Buruk Pubertas Dini pada Anak Laki-laki
(Foto: iStock)

Jakarta: Para peneliti di Purdue University menunjukkan bahwa pubertas dini pada anak laki-laki berisiko memicu perilaku kurang baik, yaitu penyalahgunaan obat-obatan. 

Menurut penelitian tersebut, aktivitas testosteron yang berhubungan dengan otak berkontribusi terhadap peningkatan risiko penggunaan zat, melebihi kematangan dan tekanan sosial yang muncul di awal masa pubertas. 

“Semakin cepat Anda mengonsumsi alkohol atau mencoba obat-obatan, semakin besar kemungkinan Anda akan terus mengembangkan kecanduan seumur hidup dan masalah dengan penggunaan narkoba," kata Kristine Marceau, asisten profesor.

Cara yang baik untuk mencegah masalah penggunaan zat jangka panjang adalah menunda hal itu selama mungkin, tambahnya.

Dosis awal testosteron mempercepat perkembangan area tertentu di otak yang meningkatkan perilaku mencari hadiah sebelum otak mengembangkan bagian-bagian yang terlibat dalam pengambilan keputusan dan kontrol impuls. 

Ketidakcocokan tersebut menempatkan anak laki-laki pada risiko terlibat dalam penggunaan zat sebelum waktunya.

Memahami penyebab perilaku penggunaan zat dini yang meningkat pada remaja diperlukan untuk mengembangkan strategi pencegahan yang melindungi untuk menghindari masalah seumur hidup dengan kecanduan.

Setengah dari anak laki-laki dalam penelitian berasal dari keluarga dengan ayah yang memiliki masalah dengan gangguan penggunaan zat, dimana angkat tersebut jauh lebih tinggi daripada populasi rata-rata.

Partisipan paling kecil berusia 11 tahun. Para peneliti mengikuti para partisipan dan melihat hubungan anak dengan penggunaan narkoba untuk sepuluh obat yang berbeda pada usia 16 tahun sampai usia 30 tahun. Perawat mengambil ukuran pengamatan tanda-tanda fisik pubertas dan konsentrasi hormon.

Testosteron dan waktu awal mengenal hal-hal tersebut serta perubahan pubertas yang terlihat dan waktu anak laki-laki tumbuh diidentifikasi sebagai penyebab perilaku perilaku substansi yang meningkat.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Child Development.

Lihat video:




(DEV)