Deteksi Kanker Kulit dengan Metode ABCDE

   •    Rabu, 23 May 2018 15:25 WIB
kesehatan kulit
Deteksi Kanker Kulit dengan Metode ABCDE
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Kanker kulit merupakan kelainan pada sel kulit yang disebabkan oleh mutasi pada DNA sel. Kelainan ini membuat pertumbuhan sel lebih cepat dengan usia yang lebih panjang dan sel kehilangan sifat dasarnya.

Dari beberapa jenis kanker kulit, salah satu yang paling berbahaya atau ganas adalah melanoma. Melanoma merupakan kanker yang menyerang sel melanosit atau sel pemberi warna kulit. Pada kasus yang berat, melanoma dapat menyebabkan kematian.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Aida Hoemardani mengatakan pada dasarnya ciri kanker kulit bisa dideteksi dengan mudah. Kemunculan tahi lalat baru bisa menjadi indikasi adanya sel kanker dalam tubuh.

Untuk memastikan bahwa seseorang mengalami melanoma, metode lain untuk mendeteksi adanya kanker di kulit adalah dengan menggunakan pola ABCDE.

"A itu asimetris. Kalau ada tahi lalat, tanda lahir, atau bercak hitam tidak simetris kita harus curiga," ujar Aida, dalam Newsline, Selasa, 23 Mei 2018.

Selain asimetris, tanda lain dari kanker adalah border atau tepi. Pada kasus kanker kulit tahi lalat yang muncul memiliki tepi yang tak beraturan sementara pada umumnya, tahi lalat berbentuk bulat.

Kemudian C adalah colour atau warna. Tahi lalat umumnya berwarna homogen; cokelat muda, cokelat tua, atau cokelat cenderung hitam. Ketika warna dalam satu tahi lalat lebih dari satu bisa menjadi salah satu indikasi.

"Berikutnya D, difference. Kalau ada satu yang aneh baik dalam bentuk rupa, ukuran, atau warna harus curiga bisa jadi itu kelainan pada kulit kita. Terakhir adalah evolving atau tahi lalat berkembang menjadi lebih tinggi, besar, dan meluas," katanya.

Aida mengatakan penanganan kanker kulit yang masih dalam tahap stadium awal bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan. Namun ketika sudah menginjak stadium lanjut ditandai dengan menyebarnya bentuk tahi lalat ke bagian lain perlu penanganan yang lebih lanjut seperti kemoterapi, imunoterapi, dan sebagainya.

"Dan melanoma tak selalu disebabkan oleh paparan sinar matahari. Beberapa kasus seperti yang terjadi pada orang Asia Afrika atau Asia Amerika lebih banyak diasumsikan disebabkan oleh trauma. Pencegahan paling sederhana dengan menggunakan tabir surya dan berpakaian lengkap serta menggunakan alas kaki," jelas dia.




(MEL)