Apakah Perfeksionis dapat Membahayakan Kesehatan?

Torie Natalova    •    Kamis, 25 May 2017 10:34 WIB
psikologi
Apakah Perfeksionis dapat Membahayakan Kesehatan?
Penelitian terbaru lainnya menunjukkan bahwa perfeksionis merongrong kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan kronis. (Foto: Pinterest/Popsugar.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perfeksionis lebih sering dipandang sebagai kekuatan. Sayangnya, sifat perfeksionis berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan mental dan bahkan fisik.

Orang yang memiliki sifat perfeksionis menginginkan kesempurnaan. Tetapi, perfeksionis bisa menjadi penghalang untuk menyelesaikan sesuatu. 



Perfeksionis dapat menyebabkan masalah kesehatan. Perfeksionis bisa menjadi berbahaya bila disfungsional dikombinasikan dengan kecenderungan negatif lainnya seperti kritik diri. Pada titik ini, hal itu terkait dengan berbagai macam masalah kesehatan seperti gangguan makan, kecemasan dan depresi.

(Baca juga: Pentingnya Terapi Psikologis pada Penderita Bipolar)

Orang yang perfeksionis mengalami stres kronis dan stres adalah mekanisme yang dapat menyebabkan atau memperburuk berbagai bentuk tekanan psikologis. 

Penelitian terbaru lainnya menunjukkan bahwa perfeksionis merongrong kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan kronis.

Bentuk perfeksionis yang semakin parah sekarang dianggap sebagai faktor risiko untuk menyakiti diri sendiri dan erat kaitannya dengan bunuh diri.

Perfeksionis cenderung tidak mencari pertolongan. Mereka lebih memilih dalam keheningan karena rasa malu dan stigma negatif yang diantisipasi.

Jika perfeksionis Anda menyebabkan tekanan dan terutama jika itu membuat Anda mengisolasi diri dari orang lain, mungkin sebaiknya Anda melakukan terapi. Terapi perilaku kognitif sangat berguna karena ini merupakan masalah yang sangat tergantung pada perilaku.







(TIN)