Lemak Jenuh pada Minyak Kelapa Lebih Tinggi Dibanding Mentega

Nia Deviyana    •    Minggu, 18 Jun 2017 10:00 WIB
studi kesehatan
Lemak Jenuh pada Minyak Kelapa Lebih Tinggi Dibanding Mentega
(Foto: Choice)

Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan baru yang dikeluarkan American Heart Association (AHA) menyarankan untuk tidak menggunakan minyak kelapa karena kandungan lemak jenuhnya yang sangat tinggi, enam kali lebih banyak dari minyak zaitun.

Begitu juga jika dibandingkan dengan minyak babi dan mentega, minyak kelapa memiliki kadar lemak jenuh yang lebih besar, yakni 82 persen. Sedangkan lemak babi hanya mengandung 39 persen, lemak daging sapi 50 persen, dan mentega sebesar 63 persen.

Sebelumnya, AHA juga mengimbau untuk membatasi lemak jenuh yang berasal dari mentega, keju, daging merah, dan makanan berbasis hewani lainnya.

Konsumsi lemak jenuh tinggi dapat memicu kolesterol jahat (LDL) yang akan menjadi plak di pembuluh darah, menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebaliknya, HDL atau kolesterol sehat berfungsi menyerap LDL, membawanya ke organ hati, dan membuangnya. HDL bisa didapatkan dari daging ayam tanpa kulit, minyak ikan, kacang-kacangan, alpukat, serta minyak nabati non tropis seperti minyak zaitun dan produk susu rendah lemak.

Menurut Badan Kesehatan Masyarakat Inggris, pria tak boleh makan lebih dari 30 gram (1 ons) lemak jenuh dalam sehari, sementara wanita tak boleh makan lebih dari 20 gram (0,7 ons).

Bagi orang yang ingin menurunkan kadar kolesterol dalam darah, AHA merekomedasikan untuk mengurangi lemak jenuh hingga tak lebih dari 5-6 persen dari total kalori. Artinya, jika asupan sehari Anda sebanyak 2.000 kalori, ada sekitar 13 gram lemak jenuh yang harus dikurangi. (Daily Mail)


(DEV)