Kasus Kematian Ibu dan Bayi di NTT Masih Tinggi

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 04 Aug 2017 19:38 WIB
berita dpr
Kasus Kematian Ibu dan Bayi di NTT Masih Tinggi
Foto: istock

Metrotvnews.com, Jakarta: Gizi buruk diduga pemicu tingginya angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi geografis di NTT yang cukup kering menjadi kendala mendapatkan bahan makanan sehat dengan kandungan gizi mencukupi.

"Pemda harus mencari tahu potensi daerahnya seperti apa, tanaman apa yang cocok untuk tanah yang kering, sehingga masyarakat tidak susah mencari bahan makanan, kondisi gizi buruk bisa ditekan," kata anggota Komisi IX DPR Andi Fauziah Pujiwatie Hatta usai mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes di Kota Kupang, NTT.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan pemerintah pusat dan pemda agar membuat program yang berkelanjutan untuk menunjang gizi ibu dan anak. Dia tak ingin program yang diluncurkan tidak sesuai dengan tujuan dan kondisi di daerah tersebut.
 
"Dulu ada program penanaman pohon sukun yang berbuah sepanjang tahun atau jambu mete untuk menanggulangi gizi buruk. Seharusnya dievaluasi efektivitasnya, apakah sesuai dengan potensi daerah maupun kebiasaan di masyarakat," tandas Pujiwatie.

Selain faktor geografis, kemiskinan, kurangnya tenaga kesehatan di daerah, serta tingkat kesadaran ibu hamil masih rendah, juga menjadi penyebab masih tingginya tingkat kematian ibu dan bayi.
 
"Komisi IX akan mendorong Kemenkes melakukan upaya promotif dan preventif dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Harus ada langkah-langkah khusus, bahkan spektakuler oleh Kemenkes dan Pemda NTT untuk menekan angka kematian ibu dan bayi karena ini sudah terjadi dari tahun ke tahun, tidak ada perubahan signifikan," ujar dia.


(TRK)