Bayi Hasil Caesar Cenderung Mengalami Obesitas

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 09 Sep 2016 14:58 WIB
kesehatan anak
Bayi Hasil Caesar Cenderung Mengalami Obesitas
(Foto: Independent) Terdapat hubungan antara kelahiran caesar dan obesitas.

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi yang lahir dengan proses caesar cenderung mengalami obesitas dibandingkan dengan bayi yang lahir normal. 

Studi tersebut menemukan bahwa bayi yang lahir caesar 15 persen lebih mungkin mengalami obesitas saat kecil. Manurut Harvard TH Chan School of Public Health, peningkatan risiko tersebut dapat bertahan hingga dewasa. 

Di Inggris, satu dari empat wanita hamil melalui proses caesar saat melahirkan. "Prosedur caesar memang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa dalam beberapa kasus. Namun ada beberapa risiko pada ibu dan bayi. Temuan kami menunjukkan bahwa risiko obesitas yang menurun adalah salah satunya," ujar penulis senior Jorge Chavarro, profesor nutrisi dan epidemiologi.

Para peneliti memeriksa data selama 16 tahun, dari lebih 22 ribu orang dewasa muda dalam studi Growing Up Today. Penemuan yang dipublikasikan dalam Jama Paediatrics tersebut menunjukkan bahwa, anak-anak yang lahir secara caesar 64 persen lebih cenderung menjadi gemuk, daripada bayi yang lahir dengan persalinan normal.

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)

"Saya berpikir bahwa temuan kami, terutama mereka yang menunjukkan perbedaan dramatis dalam risiko obesitas antara mereka yang lahir melalui caesar, dan saudara mereka yang lahir melalui persalinan pervaginam, memberikan bukti yang sangat kuat bahwa hubungan antara kelahiran caesar dan obesitas adalah nyata," kata Prof Chavarro.

Dalam hal persaudaraan, banyak hal yang menjadi penyebab obesitas, seperti gen yang umumnya sama pada setiap anak, kecuali cara melahirkan. 

"Studi menarik ini menunjukkan bahwa kelahiran caesar mungkin berkaitan dengan obesitas keturunan, setelah memperhitungkan beberapa faktor risiko lain seperti indeks masa tubuh ibu, kebiasaan merokok sebelum hamil, dan beberapa kondisi medis seperi diabetes gestational," ujar Dr. Daghni Rajasingam, dari Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists.

Namun, penelitian ini tidak termasuk data tentang mengapa operasi caesar diperlukan, atau rincian lainnya seputar persalinan atau melahirkan. Saat ini, tingkat operasi caesar di Inggris adalah 26,2 persen. Angka ini sudah meningkat perlahan-lahan selama beberapa dekade terakhir karena beberapa faktor seperti hamil tua dan ibu hamil yang gemuk. 






(TIN)