Makanan Ini Penting untuk Wanita Setelah Melahirkan

Torie Natalova    •    Senin, 21 Nov 2016 16:04 WIB
kesehatan
Makanan Ini Penting untuk Wanita Setelah Melahirkan
Studi menunjukkan hubungan rendahnya kadar zinc atau seng dalam tubuh ibu yang usai melahirkan menyebabkan kelainan mood atau suasana hati. (Foto: Foxnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki seorang bayi adalah pengalaman yang luar biasa bagi banyak ayah dan ibu. Anda pasti mengharapkan kebahagiaan setiap hari atas kelahiran seorang bayi ke dunia. 

Faktanya, ada banyak hal yang berubah ketika memiliki seorang anak. Mulai dari kebebasan, perubahan perekonomian keluarga, keamanan dan terkadang hubungan sosial dan antar pasangan.

Meskipun Anda dan suami telah mempersiapkan perubahan tersebut, memiliki bayi masih memerlukan penyesuaian yang cukup sulit. 

Makanan bergizi seringkali menjadi hal terakhir yang dipikirkan. Padahal, makanan berperan penting untuk proses penyembuhan setelah melahirkan dan mengurangi risiko depresi postpartum atau setelah lahiran.

Sekitar satu hingga dua ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues. Biasanya, kondisi ini terjadi antara tiga hingga lima hari setelah melahirkan dan ini biasanya karena perubahan hormon yang terjadi saat ASI mulai berkembang. 

Ibu mungkin merasa terharu dan mudah marah serta kurang percaya diri dalam kemampuan mereka untuk merawat bayi. 

Ini adalah kejadian normal yang biasanya reda setelah seminggu atau lebih. Sangat wajar jika ibu yang mengalami baby blues untuk menangis dan berbicara dengan seseorang tentang bagaimana perasaan Anda. 

Ibu baru membutuhkan banyak kasih sayang dan jaminan bahwa apa yang terjadi adalah hal wajar. Ada beberapa tanda dan gejala seorang ibu mengalami baby blues seperti:

1. Sedih

2. Perubahan mood

3. Menangis tanpa alasan jelas

4. Tidak sabar

5. Kurang konsentrasi

6. Kelelahan

7. Insomnia

8. Cemas

9. Kegelisahan

Sedangkan tanda atau gejala depresi postpartum seperti menangis berlebihan, merasa bersalah, malu, depresi, sering marah, panik, memikirkan bunuh diri atau kematian, kehilangan selera makan, sulit tidur, takut Anda tidak bisa menjadi ibu yang baik, sulit merasakan ikatan dengan bayi.

Gejala baby blues dan depresi postpartum memang terdengar mirip. Namun, pada depresi postpartum, gejalanya akan terus terjadi dan biasanya berlangsung cukup lama.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, sebaiknya penuhi asupan nutrisi yang diperlukan setelah melahirkan. Beberapa mikronutrien dan mineral dapat membantu wanita menurunkan risiko depresi dan mengatasinya.

Polyunsaturated fatty acids (PUFAs)
Seorang ibu menyimpan DHA, sebuah tipe dari PUFA, dapat menurun hingga 50 persen selama kehamilan dan tidak kembali hingga 6 bulan setelah melahirkan. Anda bisa memperbanyak asupan ikan seperti salmon, sarden, dan tuna, biji bunga matahari, kacang kenari.

(Baca juga: Alasan Mengapa Perlu Makan Sup Saat Sakit)

Vitamin B
Sementara masih sedikit studi yang menunjukkan hubungan vitamin B dengan depresi postpartum, namun penelitian menunjukkan kekurangan vitamin B berkaitan dengan depresi.

Adapun sumber makanan yang kaya vitamin B seperti telur, ikan, daging, hati, susu, yogurt, jamur, ubi, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Vitamin D
Dalam sebuah studi yang menunjukkan tingkat vitamin D pada wanita yang baru melahirkan, wanita yang kekurangan vitamin D lebih sering mengalami depresi. Ikan, telur dan susu merupakan sumber makanan yang kaya dengan vitamin D.

Zinc
Studi menunjukkan hubungan rendahnya kadar zinc atau seng dalam tubuh ibu yang usai melahirkan menyebabkan kelainan mood atau suasana hati. Sumber makanan yang mengandung zinc tinggi seperti almond, daging merah, buncis, seafood dan yogurt.

Selenium
Penelitian menunjukkan wanita yang mengalami kadar depresi postpartum lebih rendah, mengonsumsi suplemen dengan kandungan selenium.

Pada makanan, selenium dapat ditemukan pada kacang Brasil, nasi merah, ikan sarden, halibut, tuna, dan udang.

Selain itu, cobalah untuk meningkatkan kadar serotonin dengan Tryptophan. Serotonin adalah senyawa yang dipercaya dapat menyeimbangkan dan menaikkan mood sebaik mereka memproduksi pola tidur yang sehat.

Serotonin tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh tanpa bantuan tryptophan, yang seringkali ditemukan pada makanan seperti keju, ayam, telur, susu, kacang, selai kacang, nanas, tahu, salmon, biji labu, dan biji wijen.







(TIN)