Kehamilan Usia Tua Berdampak Positif Bagi Otak Perempuan

Nia Deviyana    •    Selasa, 22 Nov 2016 12:43 WIB
studi kesehatan
Kehamilan Usia Tua Berdampak Positif Bagi Otak Perempuan
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehamilan usia tua sering dikaitkan dengan berbagai risiko. Namun, ternyata kehamilan usia tua memiliki manfaat bagi perempuan kelak saat usia mereka beranjak tua.

Para peneliti di University of Southern California meneliti hubungan antara riwayat kehamilan, paparan hormonal, dan kognitif pada perempuan pascamenopause.

Diketahui bahwa ada faktor yang berperan dalam meningkatkan eksprosur hormonal perempuan, termasuk masa reproduksi, kehamilan, dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Dalam studi ini, peneliti mengevaluasi sebanyak 830 perempuan menggunakan data dari 2 uji klinis. Rata-rata usia peserta adalah 60 tahun yang dikelompokkan berdasarkan usia, ras, etnis, pendapatan, dan pendidikan. Mereka dievalusi menggunakan beberapa tes kognitif dan kuesioner riwayat bereproduksi, yang mencakup tes memori verbal dengan meminta peserta mengingat daftar kata, atau menceritakan kembali kenangan lama.

Peserta juga dievalusi dalam hal kecepatan psikomotorik, kemampuan merespons, konsentrasi, kemampuan perencanaan, persepsi visual, dan memori episodik.

Beberapa hasil ditemukan dalam penelitian. Salah satunya, mereka yang terakhir hamil pada usia 35 tahun memiliki memori verbal yang lebih baik pada masa tua. Begitu juga mereka yang hamil pada usia 24 atau lebih tua, memiliki kemampuan nalar dan pemecahan masalah yang lebih baik.

Para peneliti juga menemukan, perempuan yang menggunakan kontrasepsi selama 10 tahun atau lebih memiliki memori verbal yang lebih baik serta kemampuan berpikir kritis.

"Estrogen diketahui mampu memberi dampak positif pada cairan kimia di otak. Sementara progresteron dikaitkan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak." jelas penulis utama penelitian, Roksana Karim, asisten profesor kedokteran preventif klinis di University of Southern California Keck School of Medicine seperti dikutip medicalnewstoday.

 


(DEV)