Makan di Depan Cermin, Cara Sederhana Tingkatkan Nafsu Makan

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 10 Jun 2017 18:34 WIB
studi kesehatan
Makan di Depan Cermin, Cara Sederhana Tingkatkan Nafsu Makan
Makan di Depan Cermin, Cara Sederhana Tingkatkan Nafsu Makan (Foto: pixabay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menyebutkan bahwa makan seorang diri di depan cermin dapat meningkatkan nafsu makan seseorang.

Para peneliti dari Nagoya University menemukan bahwa orang, baik muda maupun tua, yang makan di depan cermin ternyata memiliki porsi makan yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak melihat refleksi mereka.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membantu lanjut usia (lansia) yang kehilangan nafsu makan karena kesepian.

"Kami ingin tahu berapa orang yang dibutuhkan untuk meningkatkan nafsu makan seseorang atau fasilitasi sosial. Apakah harus ada orang lain secara fisik atau informasi yang menunjukkan ada orang lain sudah cukup?" ujar pemimpin studi Ryuzaburo Nakata dalam sebuah pernyataan.

Pada percobaan pertama, 16 lansia Jepang diminta mengevaluasi rasa berbagai jenis berondong jagung dengan dua kondisi: pertama dalam ruangan bercermin yang merefleksikan bagian atas tubuh dan satu lagi dengan monitor LED yang merefleksikan pada yang ada di belakang tembok.

Setelah 90 detik masa pencobaan makanan, mereka mengisi kuesioner seputar rasa berondong jagung. Hasilnya, para partisipan makan lebih banyak berondong jagung dan merasa rasa makanan tersebut lebih enak saat dimakan di depan cermin.

Pada percobaan kedua, para peneliti ingin melihat aspek mana dari percobaan sebelumnya yang mempengaruhi efek fasilitasi. Kelompok lain yang berisikan lansia diminta makan di depan gambar diri mereka sendiri, kemudian di depan gambar lain yang statis. Para peneliti menemukan hal serupa di mana partisipan lebih bersemangat makan di depan cermin.

"Studi ini menemukan bahwa pada lansia, menikmati makanan berhubungan kualitas hidup, dan makan sendiri berhubungan dengan depresi dan kehilangan nafsu makan," ujar pemimpin studi lain Nobuyuki Kawai.

Hasil serupa juga ditunjukkan pada partisipan berusia muda 20-23 tahun.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa fasilitasi makan tak membutuhkan kehadiran orang lain dan informasi visual statis dari seseorang yang makan akan menciptakan fasilitasi sosial makan itu sendiri," demikian kesimpulan penelitian tersebut.


(ELG)