Kebiasaan Umum yang Salah dalam Pemakaian Masker

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 25 Jul 2017 15:57 WIB
kesehatan
Kebiasaan Umum yang Salah dalam Pemakaian Masker
Waktu pemakaian maksimal untuk masker sekali pakai adalah delapan jam setelah dibuka dari kemasan. (Foto: Davidsbeenhere.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemakaian masker dalam kegiatan sehari-hari adalah salah satu cara paling praktis untuk melindungi sistem pernapasan dari polusi yang bertebaran di jalan.

Namun, sebuah penelitian etnografi yang dilakukan oleh PT 3M Indonesia menemukan bahwa terdapat beberapa persepsi yang salah dalam pemakaian pelindung tersebut.

"Pertama, kebanyakan konsumen memakainya secara bolak-balik," tukas Yunadi Aulia Desmawan selaku Business Manager Consumer Health Care Market PT 3M Indonesia dalam acara peluncuran NexcareTM Carbon Mask, Selasa (25/7/17).


(Media Gathering, "Lindngi Dirimu dengan Rangkaian Masker Nexcare". Foto: Metrotvnews.com/Yanti)

Ia menjelaskan, konsumen memakai bagian dalam masker ketika beraktivitas di luar ruang sebagai bentuk proteksi dari polusi udara. Sementara, bagian luar dipakai ketika konsumen dalam keadaan tidak sehat dengan asumsi supaya virus tidak tertular ke luar lain.

(Baca juga: Ini Dampaknya Jika Terlalu Banyak Menghirup Polusi Udara)

Padahal, pemakaian masker hanya boleh satu sisi saja, yaitu bagian dalam supaya lebih efektif dalam melindungi sistem pernapasan.

Selain itu, kebanyakan konsumen menggunakan masker sekali pakai selama berkali-kali dan dalam waktu yang terlalu lama.

"Waktu pemakaian maksimal untuk masker sekali pakai adalah delapan jam setelah dibuka dari kemasan. Atau kalau sudah dekil sekali, segera ganti," saran pria yang biasa dipanggil Aul tersebut.

Hal tersebut juga disetujui oleh ahli paru  Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR dari RS Persahabatan Jakarta. 

Ia menerangkan, masker yang terlalu lama dipakai membuat kuman bersarang di bahan penyaring masker sehingga pelindung tersebut membuat kuman berkembang biak. Akibatnya, kumpulan kuman tersebut dapat menyebabkan infeksi pada bagian pernapasan.



Aul menambahkan, pemakaian masker tak hanya digunakan mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan, namun juga dalam ruangan. Salah satunya adalah ibu rumah tangga.

"Ibu rumah tangga sering menggunakan masker untuk proteksi keluarga. Misalnya, mereka akan pakai masker saat sedang sakit supaya anak mereka tak tertular, terutama untuk anak bayi," terang Aul.

Selain itu, ibu rumah tangga juga kerap menggunakan masker saat sedang merapikan rumah agar tidak menghirup debu yang bertebaran di udara.










(TIN)