Usia Perokok di Indonesia Semakin Muda

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 26 Sep 2017 14:06 WIB
kesehatan
Usia Perokok di Indonesia Semakin Muda
Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan bahwa kategori perokok berdasarkan usia masih didominasi pada rentan usia 15-19 tahun yaitu 57,3 persen pada laki-laki dan 29,2 persen pada perempuan. (Foto: Donn Gabriel/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebiasaan merokok adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari. Sayangnya, jumlah perokok di Indonesia justru semakin didominasi kaum muda, bahkan anak-anak.

"Usia perokok makin mundur. Kalau dulu dari usia SMA atau SMP, saat ini bahkan anak umur 8 tahun sudah kenal rokok," tukas dr. Eni Gustina, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dalam peluncuran program Healthy Lung, Selasa (26/9/2017).


(Acara peluncuran program Healthy Lung, Selasa (26/9/2017). Foto: Dok. Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan bahwa kategori perokok berdasarkan usia masih didominasi pada rentan usia 15-19 tahun yaitu 57,3 persen pada laki-laki dan 29,2 persen pada perempuan.

Meski demikian, Eni menggarisbawahi adanya konsumsi rokok yang juga cukup besar pada rentang usia yang lebih muda, yaitu usia 10-14 tahun dengan persentase 18,1 persen dan 9,3 persen pada perempuan. Bahkan, usia di bawah tersebut juga sudah mulai mengenal rokok, yaitu 5-9 tahun dengan persentase 1,5 persen pada laki-laki dan 1,4 persen pada perempuan.

(Baca juga: Banyak yang Belum Percaya Bahaya Rokok)

Sementara itu, pada rentang usia dewasa muda, yaitu 20-24 tahun, tingkat konsumsi rokok lebih rendah pada laki-laki dibandingkan pada rentan usia yang 10 tahun lebih muda, yaitu 16,1 persen. Sebaliknya, prevalensi perempuan perokok usia 20-24 tahun adalah 18,6 persen.



Semakin tua rentang usia laki-laki, semakin rendah angka prokok. Hal itu terbukti dari jumlah perokok usia 25-29 tahun sebesar 4,2 persen dan usia di atas 30 tahun 2,7 persen. Pada wanita, mereka yang berusia di atas 30 tahun justru meningkat menjadi 31,5 persen.

Ia menjelaskan, peran gaya hidup dalam keluarga memberikan pengaruh besar terkait semakin mudanya seseorang menggunakan rokok dimana seharusnya keluarga dapat memberikan pertahanan yang baik agar anak tak mengikuti kebiasaan yang dapat memperburuk kesehatan tubuh tersebut. "Salah satu pintu masuk dari penyakit paru adalah merokok," ia memberi contoh.










(TIN)