Mencontoh Tubuh Manekin Dianggap Tidak Sehat

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 12 May 2017 14:59 WIB
psikologi
Mencontoh Tubuh Manekin Dianggap Tidak Sehat
Para peneliti menyimpulkan bahwa ukuran tubuh manekin yang biasa digunakan untuk mengiklankan fesyen wanita adalah tak realistis. (Foto: CGTrader.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak jarang kita melihat manekin yang berada di etalase toko saat tengah berjalan di trotoar. Tanpa disadari, ternyata hal tersebut dapat mempengaruhi psikologis seseorang, dimana para wanita di Inggris percaya bahwa ukuran tubuh manekin adalah ukuran yang tepat bagi tubuh. 

Sebuah penelitian dari Institut Psikologi, Kesehatan dan Masyarakat di University of Liverpool mengungkapkan, bahwa manekin yang digunakan untuk mengiklankan fesyen terlalu kurus dan dapat mempromosikan bentuk tubuh ideal yang yang tak realistis. 

Para peneliti menilai ukuran tubuh manekin pria dan wanita dan melakukan sebuah survei pada pengecer fesyen nasional di dua jalanan di kota Inggris. 

(Baca juga: Cara Turunkan Berat Badan Tanpa Diet Ketat)

Mereka menemukan bahwa kebanyakan ukuran manekin wanita merepresentasikan berat badan tubuh yang kurang pada manusia. Dengan kata lain, ukuran manekin adalah ukuran wanita kurus. 

Sementara pada pria, yang notabene lebih lebar dari wanita, hanya delapan persen yang merepresentasikan berat badan di bawah normal. 

Para peneliti menyimpulkan bahwa ukuran tubuh manekin yang biasa digunakan untuk mengiklankan fesyen wanita adalah tak realistis. Dan ini ternyata dapat digolongkan sebagai 'tidak sehat secara medis' pada manusia. 

Penelitian tersebut muncul karena adanya beberapa laporan dari publik yang menyadari bahwa manekin di pinggir jalan dianggap terlalu kurus. Pihak pengecer feyen pun telah merespons dan mengganti ukuran manekin.

"Hasil survei kami menyimpulkan bahwa ukuran manekin wanita merepresentasikan berat badan kurang yang sangat ekstrem," tukas Dr. Eric Robinson selaku pemimpin studi. 

Menurutnya, hal tersebut bisa menimbulkan masalah pada orang muda dan perlu dilakukan perubahan untuk mengurangi penekanan pada patokan ukuran tubuh yang kurus. 








(TIN)