pekan asi sedunia 2018

Alasan Mengapa Produksi ASI Berkurang

Raka Lestari    •    Senin, 06 Aug 2018 15:28 WIB
pekan asi sedunia 2018
Alasan Mengapa Produksi ASI Berkurang
Dan dari segi piskologis, memberikan ASI secara langsung juga dianggap dapat meningkatkan ikatan atau bonding yang kuat antara ibu dengan anaknya. (Foto: Tanja Heffner/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak para ibu, terutama para wanita yang baru melahirkan yang sudah mengetahui cara pemberian ASI yang tepat untuk bayi mereka. Hal ini sangatlah penting diketahui agar ASI yang diberikan kepada bayi mereka bisa optimal dan bermanfaat bagi pertumbuhan bayi.

Dan dari segi piskologis, memberikan ASI secara langsung juga dianggap dapat meningkatkan ikatan atau bonding yang kuat antara ibu dengan anaknya. 

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa anak-ana yang mendapatkan ASI memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak mendapatkan ASI. Biasanya, para ibu yang baru melahirkan akan diajarkan melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah melahirkan agar bisa menyusui dengan baik. 

Namun terkadang, ada beberapa kendala yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI-nya langsung kepada anak-anak, misalnya karena sakit atau karena pekerjaan. 

(Baca juga: Perbedaan ASI dengan Susu Formula)

"Misalnya, seorang ibu sakit dan harus minum obat tetapi dia juga harus menyusui itu tidak apa-apa. Karena dampaknya sangat kecil bagi bayi atau bahkan tidak berdampak apa-apa. Kecuali, jika ibunya memiliki kondisi medis yang khusus seperti kemoterapi, itu baru diperbolehkan tidak menyusui," ujar DR. dr. naomi Esthernita Dewanto, Sp. A (K), Koordinator Klinik Laktasi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, pada acara Monday Health Talk, di RS Siloam Kebon Jeruk, Senin 6 Agustus 2018. 


(Perlunya dukungan dari orang-orang terdekat ibu yang menyusui juga memberikan dampak kepada ibu yang menyusui untuk memproduksi lebih banyak ASI. Foto: Julie Johnson/Unsplash.com)

Sedangkan bagi ibu yang juga harus bekerja, menurut Naomi tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menyusui anak-anaknya. 

"Keluhan tang sering terjadi pada ibu yang bekerja adalah semakin lama ASI-nya semakin berkurang. Itu sebenarnya terjadi karena biasanya ibu yang bekerja dengan kesibukan yang dimiliki tidak secara teratur memerah ASI mereka setiap tiga jam sekali. Itulah yang menyebabkan ASI mereka semakin lama semakin berkurang."

"Jika ASI tidak diperah secara teratur sekitar tiga sampai empat jam, otak akan menganggap bahwa ASI yang dimiliki masih cukup sehingga tidak perlu memproduksi ASI lagi. Karena semakin sering dikosongkan, maka akan semakin banyak ASI yang keluar," ujar Naomi. 

Selain itu, perlunya dukungan dari orang-orang terdekat ibu yang menyusui juga memberikan dampak kepada ibu yang menyusui untuk memproduksi lebih banyak ASI, seperti dukungan dari suami, orang tua, dan teman terdekat ibu yang menyusui. 




(TIN)