Media Sosial Memicu Kesepian pada Generasi Milenial

Raka Lestari    •    Senin, 11 Jun 2018 11:30 WIB
media sosial
Media Sosial Memicu Kesepian pada Generasi Milenial
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Media sosial bukanlah sesuatu yang baru bagi generasi milenial.  Mereka bahkan bisa mengembangkan media sosial dengan cara-cara yang kreatif dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Namun, bagai pedang bermata dua, media sosial juga memiliki dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

Dr Ruth Westheimer, psikoterapis dan terapis seks media sosial mengatakan media sosial membuat generasi millenial merasa kesepian dan mempengaruhi kemampuan mereka untuk mempertahankan hubungan cinta. Kedatangan ponsel pintar dan penggunaan media sosial yang berlebihan juga telah menghambat keterampilan sosial kehidupan nyata.

"Aku sangat khawatir tentang masalah kesepian," katanya kepada The Sunday Telegraph. 

"Orang-orang kehilangan seni dalam melakukan percakapan. Mereka terus menggunakan ponsel mereka. Anda pasti sering melihat pasangan dengan ponsel di atas meja. Ini merupakan masalah besar bagi sebuah hubungan."

Ia juga menjelaskan bahwa suatu hubungan dapat jauh lebih sulit untuk dipertahankan pada masa sekarang karena internet. 

"Ini membuat orang-orang berharap mengenai harapan yang tidak masuk akal seperti Pangeran Tampan yang akan datang dengan menunggang kuda," tambahnya.

Sementara itu, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Medicine menemukan bahwa generasi millenial yang kesepian lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental daripada generasi lainnya.





(DEV)