Hal-hal Mengenai Tahi Lalat yang Perlu Anda Ketahui

Raka Lestari    •    Senin, 26 Mar 2018 07:00 WIB
kesehatan kulit
Hal-hal Mengenai Tahi Lalat yang Perlu Anda Ketahui
Ketika seseorang dilahirkan, tahi lalat akan berukuran sangat kecil dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan tubuh seseorang. (Foto: Atikh Bana/Unsplash.com)

Jakarta: Selama ribuan tahun, manusia telah mencoba membaca makna dari tahi lalat yang terdapat pada tubuh seseorang. Di Cina kuno dan Yunani, para peramal akan meramal masa depan seseorang dengan membaca tanda lahir. 

Pada abad ke-17 di Inggris dan Prancis, para wanita menciptakan sebuah tren fesyen baru dengan membuat tahi lalat tiruan yang terbuat dari taffeta atau kulit. Sedangkan di daerah Atlantik, para pemburu penyihir menyebutkan bahwa tahi lalat disebabkan oleh iblis. 

Dilansir dari Womenshealthmag.com, nyaris semua orang dewasa memiliki tahi lalat pada tubuhnya. Tahi lalat cenderung lebih sering terjadi pada orang-orang berkulit putih atau pucat, namun sering juga terdapat pada semua jenis kulit.

Ketika seseorang dilahirkan, tahi lalat akan berukuran sangat kecil dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan tubuh seseorang. 

Orang-orang yang menyukai tahi lalat yang mereka miliki, biasanya akan dengan bangga menonjolkan tahi lalat mereka sebagai salah satu hal yang membuat dirinya merasa cantik. Namun sebaliknya, ada juga beberapa orang yang tidak menyukai tahi lalat mereka sampai menutupinya dengan concealer agar tahi lalat mereka tersebut tidak terlihat. 


(Ketika seseorang dilahirkan, tahi lalat akan berukuran sangat kecil dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan tubuh seseorang. Foto: David Cohen/Unsplash.com)

(Baca juga: Kenali Tahi Lalat yang Tumbuh Secara Tak Normal)

"Tahi lalat membuat kita unik. Kita semua memilikinya, hanya di tempat yang berbeda-beda," kata dokter kulit NYC dan psikiater Amy Wechsler, M.D. 

"Tidak setiap noda coklat adalah tahi lalat," kata Ellen Marmur, M.D., dokter kulit di New York City. Secara teknis, tahi lalat atau yang biasa disebut nevi berbentuk datar, menonjol, berwarna seperti kulit, coklat, atau hitam.

Secara mikroskopis, tahi lalat adalah kumpulan melanosit yang berdekatan, melanosit sendiri adalah sel-sel pembuat pigmen tubuh.

Tahi lalat yang sehat tidak akan mengubah warna mereka, kecuali ketika Anda sedang hamil. "Selama kehamilan, ketika kadar estrogen tinggi untuk jangka waktu lama, tahi lalat yang ada bisa menjadi lebih gelap," kata Wechsler. Itu karena estrogen meningkatkan produksi melanin dan tahi lalat akan kembali ke warna semula setelah Anda melahirkan. 








(TIN)