Ini Dampak Buruk pada Janin jika Bumil Kurang Asupan Karbohidrat

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Jan 2018 12:26 WIB
studi kesehatan
Ini Dampak Buruk pada Janin jika Bumil Kurang Asupan Karbohidrat
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi yang dipublikasi dalam Birth Defects Research menyarankan agar bumil sebaiknya tidak mengurangi asupan karbohidrat selama proses kehamilan.

Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina di Chapel Hill menyebutkan bahwa tingkat konsumsi karbohidrat yang rendah dapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat lahir tabung saraf.

Studi tersebut menemukan bahwa bahwa wanita dengan asupan karbohidrat rendah  berisiko 30 persen lebih besar mengalami cacat tabung saraf, seperti spina bifida (malformasi tulang belakang dan sumsum tulang belakang), dan anencephaly (tidak adanya bagian utama otak dan tengkorak).

Keduanya dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup dan kematian bayi, bila dibandingkan dengan wanita yang tidak membatasi asupan karbohidrat mereka.

"Kita sudah tahu bahwa diet ibu sebelum dan selama awal kehamilan memainkan peran penting dalam perkembangan janin. Penelitian ini menemukan hal baru dimana asupan karbohidrat rendah bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat tabung saraf hingga 30 persen," tukas pemimpin studi Tania Desrosiers, PhD, MPH, dan asisten peneliti profesor epidemiologi di UNC Gillings School of Global Public Health.

Penelitian tersebut berkaitan dengan pola diet yang sedang populer saat ini.

Dia berkeras bahwa temuan tersebut memperkuat pentingnya para bumil untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan tentang diet khusus atau perilaku makan yang mereka praktikkan.

Asam folat adalah nutrisi penting untuk meminimalkan risiko cacat tabung saraf. Pada tahun 1998, Food and Drug Administration mulai mensyaratkan agar asam folat ditambahkan ke produk gandum.

Desrosier menemukan bahwa asupan makanan asam folat di kalangan wanita dengan asupan karbohidrat terbatas ternyata kurang dari separuh wanita lainnya.

The Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan agar para wanita mengkonsumsi multivitamin asam folat setidaknya 400 mikro gram setiap hari sebelum dan selama kehamilan.

Namun, karena hampir separuh dari semua kehamilan di Amerika tidak terencana, banyak wanita tidak memulai suplementasi asam folat sampai ketahuan hamil, dimana kemungkinan cacat tabung saraf sudah ada.

Inilah mengapa pemenuhan kebutuhan asam folat sebelum kehamilan menjadi penting untuk diperhatikan.

Hal tersebutlah yang membmembuat makanan yang menjadi sumber penting asam folat bagi wanita yang mungkin hamil.



 


(DEV)