7 Orang Ini Lebih Rentan Mengalami Pembekuan Darah Abnormal

Torie Natalova    •    Kamis, 23 Nov 2017 11:48 WIB
7 Orang Ini Lebih Rentan Mengalami Pembekuan Darah Abnormal
Ada beberapa jenis gumpalan darah yang berbahaya yaitu gumpalan yang menghalangi darah ke otak (penyebab stroke), dan yang menghentikan aliran darah ke jantung Anda. (Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Gumpalan atau pembekuan darah tak selalu buruk. Saat kulit tergores atau terluka, sel darah Anda seharusnya mengumpul yang akhirnya dapat menghentikan darah dari kebocoran dan keluar dari luka sehingga memercepat proses penyembuhan.

Tapi, terkadang gumpalan darah terbentuk di tempat yang seharusnya tidak mereka lakukan. Jika terjadi di lokasi di mana darah perlu terus mengalir, ini bisa menimbulkan masalah.

Ada beberapa jenis gumpalan darah yang berbahaya yaitu gumpalan yang menghalangi darah ke otak (penyebab stroke), dan yang menghentikan aliran darah ke jantung Anda (memicu serangan jantung). 

Selain itu, ada bekuan darah yang terbentuk di kaki Anda yang disebut Deep Vein Thrombosis (DVT). Ini dapat melepaskan diri dari tempat semula dan melakukan perjalanan ke paru-paru sehingga disebut pulmonary embolism yang bisa berakibat fatal.

Siapa pun dapat mengalami pembekuan di tempat yang salah, namun beberapa kategori orang berikut ini sangat rentan terkena penggumpalan darah.


(Gumpalan darah jika terjadi di lokasi di mana darah perlu terus mengalir, ini bisa menimbulkan masalah. Foto: Courtney Clayton/Unsplash.com)

1 Orang yang kelebihan berat badan
Orang gemuk berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah yang terbentuk dalam pembuluh darah dan melakukan perjalanan melalui darah Anda. Semakin besar tubuh Anda, semakin sulit membuatnya bergerak lebih aktif sehingga diam dan duduk terlalu lama dapat memicu penggumpalan darah.

2. Perokok
Merokok sudah jelas dapat membahayakan kesehatan dan salah satunya adalah peningkatan risiko pembekuan darah. Merokok merusak lapisan pembuluh darah Anda dan membuat darah lebih cenderung menempel. 

3. Wanita hamil
Wanita hamil memiliki sejumlah hormon tambahan terutama estrogen yang mengambang di aliran darah Anda. Semakin besar bayi di dalam kandungan, ini bisa menekan pembuluh darah di perut dan panggul serta menghalangi aliran darah secara langsung yang dapat menyebabkan penggumpalan.

(Baca juga: Ada Gumpalan Darah Saat Menstruasi, Normal atau Tidak?)

4. Orang yang mengonsumsi pil KB
Dilansir dari Prevention.com, disebutkan juga wanita yang mengonsumsi pil KB dapat membuat Anda tiga hingga empat kali lebih mungkin mengalami penggumpalan darah. Selain itu kaki bengkak, sesak napas atau nyeri dada, beberapa ciri penggumpalan darah akibat konsumsi pil KB.

5. Orang dengan penyakit peradangan atau infeksi
Pembekuan darah abnormal juga dapat menyerang Anda yang mengalami penyakit serius atau infeksi. Beberapa jenis kanker seperti otak, ovarium, pakreas, usus, perut, paru-paru dan ginjal, dapat memicu DVT atau pulmonary embolism. Selain kanker, penderita diabetes, HIV atau penyakit radang usus juga berisiko lebih tinggi terserang pembekuan darah abnormal.

6. Orang yang duduk dalam waktu lama
Duduk di mobil, bus atau pesawat selama empat jam atau lebih adalah situasi yang dapat memicu risiko penggumpalan darah, terutama jika Anda tidak cukup minum air. Ini karena tubuh tidak terlalu banyak bergerak aktif.

7. Orang yang pernah mengalami penggumpalan darah
Sepertiga orang yang mendapatkan DVT atau pulmonary embolism dapat mengalaminya kembali dalam waktu 10 tahun kemudian. Seringkali, kata ahli ini karena bekuan darah terbentuk di sekitar katup vena yang dapat merusaknya. Dalam beberapa kasus, ini dapat sebabkan banyak gumpalan dari waktu ke waktu.








(TIN)