Studi: G-spot dan Orgasme Vaginal Tidak Ada

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:12 WIB
seks
Studi: G-spot dan Orgasme Vaginal Tidak Ada
Setelah pria ejakulasi (klimaks), bukan berarti semua kegiatan di ranjang berhenti bagi wanita, karena Anda dan suami bisa melanjutkannya lagi dengan bersentuhan. (Foto: Austin Call/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah itu vaginal atau klitoris, tak masalah; hal tersebut sama saja, disebut dengan orgasme dalam kegiatan seksual, menurut studi dalam Clinical Anatomy.

Dilansir dari Nydailynews.com, momen saat klimaks disebut juga dengan"orgasme wanita," sama seperti ejakulasi pada laki-laki yang disebut dengan "orgasme pria," tulis para peneliti.



Para peneliti dalam Clinical Anatomy mengatakan bahwa kebanyakan wanita tidak orgasme sewaktu intercourse berlangsung, dan wanita berpikir bahwa mereka bermasalah di atas ranjang. Jadi, jangan berkecil hati karena orgasme vaginal dalam studi terkait dikatakan tidak ada.

(Baca juga: Studi: Kencan Pertama Tak Melulu Langsung ke Ranjang)

Sebaliknya, orgasme pada wanita terjadi ketika sekelompok bagian yang terletak di bawah sabuk dirangsang secara selaras, yaitu jaringan otot dan klitoris mendapatkan stimulai (dan tidak dapat orgasme dengan sendirinya tanpa adanya rangsangan).



Bagian-bagian tersebut antara lain adalah vestibular, pars intermedia, labia minora, dan corpus songiosum yang terdapat dalam kandung kemih. Bagian tersebut bisa juga disebut dengan "penis wanita."

"Setelah pria ejakulasi (klimaks), bukan berarti semua kegiatan di ranjang berhenti bagi wanita, karena Anda dan suami bisa melanjutkannya lagi dengan bersentuhan, berciuman, atau tindakan seks lain setelah ejakulasi untuk menimbulkan orgasme pada wanita," ujar asiten peneliti Dr. Vincenzo Puppo.










(TIN)