Tenggat Akhir Tahun 2018, 44 Persen Rumah Sakit Belum Terakreditasi

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 19 Oct 2017 08:18 WIB
kesehatan
Tenggat Akhir Tahun 2018, 44 Persen Rumah Sakit Belum Terakreditasi
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa November 2018 adalah batas waktu bagi rumah sakit di Indonesia untuk bekerjasama dengan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. (Foto: ArchDaily)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa November 2018 adalah batas waktu bagi rumah sakit di Indonesia untuk bekerjasama dengan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

"Hingga saat ini, hanya 44 persen rumah sakit yang telah berstatus akreditasi paripurna yaitu 1.096 rumah sakit dari total 2.706 rumah sakit di seluruh Indonesia," tukas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K) dalam pembukaan Indonesian International Hospital Expo 2017, Rabu (18/10/2017). 

Ia menambahkan, hal tersebut adalah pekerjaan rumah (PR) bagi berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit.



(Baca juga: Semua Rumah Sakit Diharap Terima Pasien BPJS)

Dalam batas waktu lima tahun tersebut, Bambang mengungkapkan bahwa saat ini rumah sakit yang belum terakreditasi kemungkinan sedang dalam proses pengakreditasian sehingga jumlah rumah sakit yang kelak bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan akan semakin banyak. 

Akreditasi rumah sakit sendiri mencakup tata kelola organisasi yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. "Prinsipnya patuh pada regulasi. Kalau terkareditasi, berarti mutu rumah sakit sesuai standar."

Lalu bagaimana dengan rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan? "Masih bisa memberi pelayanan asalkan memiliki izin operasional," jawab Bambang. 










(TIN)