Livestreaming

Gejala Kanker pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 07 Sep 2016 17:12 WIB
kanker
Gejala Kanker pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua
(Foto: Glogster)

Metrotvnews.com, Jakarta: Terjadi peningkatan jumlah penderita kanker pada anak-anak sebesar 39 persen sejak 2014. Demikian juga dengan biaya yang meningkat sebanyak 26 persen.

Data yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tersebut menyebutkan bahwa kanker yang paling banyak diderita adalah thalasemia, yakni sebanyak 60,9 persen. Disusul lymphoblastic leukimia sebesar 18,1 persen.

Dr. Sonar Panigoro Sp.B (K), M. EPID selaku wakil ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) mengungkapkan, peningkatan jumlah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

"Pertambahan jumlah penduduk membuat jumlah penderita semakin banyak. Sifatnya yang genetik termasuk menjadi penyebab di dalamnya," ujar Dr Sonar, dalam acara diskusi panel bertajuk Bagaimana Implementasi JKN dalam Penjaminan Pelayanan kepada Pasien Kanker Anak dan Kanker Payudara, di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Gaya hidup juga turut memegang andil dalam peningkatan jumlah penderita kanker pada anak. Makanan, polusi udara, dan infeksi penyakit merupakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker.

"Padahal, 30 persen kanker bisa dicegah dengan memperbaiki gaya hidup," katanya.

Menurut Yayasan Onkologi Anak, ada beberapa ciri yang mengindikasikan gejala kanker pada anak. Ini penting untuk diketahui orang tua, mengingat lebih cepat deteksi artinya meningkatkan peluang kesembuhan. (Baca: Cara Agar Anak Terhindar dari Kanker)

Pertama dilihat dari mata, yakni ada bintik putih. Masyarakat mengenalnya dengan istilah mata kucing. Gejala kanker juga ditandai dengan terganggunya penglihatan, bola mata tampak lebih besar, mata menonjol, pendarahan pada mata secara spontan, dan juling.

Gejala tersebut biasanya terjadi pada anak-anak penderita kanker berusia di bawah 4 tahun.

Selain itu, muncul pembengkakan pada organ tubuh tertentu seperti hati, limpa, leher, buah zakar, kelenjar betah bening, dan tulang. Tak jarang rasa nyeri menyerang tulang dan sendi pada anak.


Beberapa gejala neurologis pun perlu diwaspadai seperti sakit kepala berkepanjangan yang disertai rasa mual atau muntah pada saat bangun tidur, gangguan keseimbangan, penurunan kesadaran, kejang, perubahan perilaku, kelumpuhan anggota gerak dan syaraf otak.

Sementara itu, tanda-tanda umum yang lainnya adalah pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, pendarahan abnormal (lebam/biru-biru di kulit, mimisan, atau kencing darah), penurunan berat badan, dan hilang nafsu makan.




(DEV)