Kekurangan Zinc Saat Hamil Dikaitkan dengan Autisme pada Bayi?

Raka Lestari    •    Jumat, 16 Nov 2018 10:00 WIB
autisme
Kekurangan Zinc Saat Hamil Dikaitkan dengan Autisme pada Bayi?
Saat ini, menurut Mayo Clinic masih belum ditemukan ada penyebab autisme yang jelas. (Foto: Luma Pimentel/Unsplash.com)

Jakarta: Kondisi autisme sering sekali menjadi sebuah misteri karena masih banyak orang yang tidak mengetahui penyebab terjadinya kondisi tersebut. 

Dilansir dari Romper, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kekurangan zinc selama kehamilan bisa berdampak pada terjadinya autisme. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, autisme sangat sulit didiagnosis karena tidak ada tes medis yang dapat mengonfirmasi diagnosis autisme dan penyebab perilaku tersebut bisa sangat berbeda-beda pada setiap kasus. 

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Frontiers dalam Molecular Neuroscience meneliti kemungkinan hubungan antara defisiensi zinc pada perkembangan awal dan autisme. 

Dr Sally Kim, penulis utama dari studi tersebut mengatakan, "Autisme dikaitkan dengan varian gen tertentu yang terlibat dalam pembentukan, pematangan, dan stabilisasi sinapsis selama perkembangan awal janin. Temuan kami menghubungkan kadar zinc dalam neuron berhubungan dengan perkembangan autisme."

Meskipun begitu, penelitian tersebut masih dalam tahap awal sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. 


(Dr Sally Kim, penulis utama dari studi tersebut mengatakan autisme dikaitkan dengan varian gen tertentu yang terlibat dalam pembentukan, pematangan, dan stabilisasi sinapsis selama perkembangan awal janin. Foto: Aditya Romansa/Unsplash.com)

(Baca juga: Komplikasi Saat Proses Kelahiran Picu Autisme pada Anak)

Namun, menurut perkiraan terbaru yang tersedia dari CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring (ADDM) Network, sekitar 1 dari setiap 59 anak dapat memenuhi kriteria dalam mengalami gangguan spektrum autisme. 

Meskipun ada laporan yang menunjukkan bahwa autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki, banyak penelitian juga menunjukkan bahwa autisme pada anak perempuan bisa saja terjadi. 

"Anak perempuan tidak mendapatkan stereotip mengenai autisme sehingga mereka sering mendapatkan diagnosis yang tepat," menurut Child Mind Institute.

Saat ini, menurut Mayo Clinic masih belum ditemukan ada penyebab autisme yang jelas. 

Para dokter percaya bahwa baik faktor genetik dan lingkungan dapat memainkan peran dalam menyebabkan seorang anak mengalami autisme.

"Dan penelitian baru yang menunjukkan bahwa tingkat kandung zinc ketika hamil mungkin merupakan salah satu faktor lingkungan tersebut," sebut dalam sumber yang sama.




(TIN)