Kandungan Nikotin Pria Merusak Generasi Janin

Dhaifurrakhman Abas    •    Minggu, 23 Dec 2018 09:12 WIB
kesehatankehamilan
Kandungan Nikotin Pria Merusak Generasi Janin
Hindari merokok demi bisa menjaga masa depan Anda (Foto Ilustrasi: Mon Petit Chou/Unsplash.com)

Jakarta: Sudah banyak studi menjelaskan bahaya merokok bagi perempuan yang tengah mengandung. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan fungsi kognitif janin, hingga berakhir pada kematian dan keguguran.

Bagaimanapun, pria yang merokok ternyata bisa mengakibatkan masalah pada janin hingga pada generasi masa depan mereka. Hal ini diungkapkan melalui studi dari Florida State University College of Medicine.

Studi yang dituangkan melalui jurnal PLOS One ini melakukan serangkaian uji coba pada tikus jantan yang diberikan paparan nikotin pada tubuhnya. Hasilnya, Kandungan nikotin pada tubuh tikus jantan menyebabkan kerusakan fungsi kognitif pada generasi masa depan hewan pengerat itu saat berkembang biak.

"Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui apakah hasil yang sama terlihat pada tikus akan berlaku untuk manusia," kata seorang peneliti, Pradeep Bhide, seperti dikutip Times of India.

Klik di sini: Penyebab Terjadinya Penyakit Pankreas

Menurut Bhide, kebiasaan pria merokok pada generasi 1940-1960 diduga kuat menjadi penyebab berkembangnya kasus ketidakmampuan kognitif yang ditemukan pada anak-anak generasi masa kini. Paparan nikotin pada pria juga diduga menyebabkan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas serta autisme pada janin.

”Studi ini menemukan bahwa perubahan pada sperma ayah yang dikaitkan dengan paparan nikotin menyebabkan masalah pada gen yang berperan dalam memori dan pembelajaran," ujarnya.

Perubahan epigenetik akibat kandungan nikotin ini diyakini bersifat sementara. Namun juga bisa bertahan lama pada sebagian orang. Untuk itu, kata Bhide, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami berapa lama perubahan itu berlangsung pada janin berikut generasi masa depannya.

"Saya pikir penelitian kami membawa ini ke depan," tandasnya.

Anak Sehat Produksi ASI Meningkat



(FIR)