Diet Tinggi Lemak Tingkatkan Risiko Penyakit Mental

Torie Natalova    •    Minggu, 20 Nov 2016 12:11 WIB
studi kesehatan
Diet Tinggi Lemak Tingkatkan Risiko Penyakit Mental
(Foto: The Daily Beast)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski sedang dalam masa pertumbuhan, anak-anak tidak boleh makan apapun yang mereka inginkan secara berlebihan. Terutama lemak.

Sebuah studi naru menunjukkan, anak-anak yang terlalu banyak makan lemak berisiko terkena masalah kognitif dan kejiwaan seperti skizofrenia atau alzheimer di saat mereka dewasa nanti.

Menurut penelitian, diet tinggi lemak menguras kadar kunci protein yang dikenal sebagai reelin yang membantu sinapsis di otak bekerja dengan benar. Hal in menghambat fleksibilitas perilaku dan memori.

Rendahnya tingkat reelin telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer di kemudian hari.

"Perubahan ini mulai dari usia kecil dan seterusnya, merupakan hasil dari makanan berlemak, dan berdampak pada otak muda, bukan timbul dari obesitas," kata Urs Meyer dari ETH Zurich Switzerland.

Para penulis studi fokus pada korteks prefrontal, bagian otak yang berperan sebagai perencanaan tindakan, pembuat keputusan, mengekspresikan kepribadian dan pengendalian perilaku seseorang.

Remaja yang makan diet tinggi lemak ditemukan memiliki defisit kognitif karena karakter yang belum matang dari korteks

prefrontal tersebut. "Kami melihat bahwa plastisitas di korteks prefrontal telah rusak pada hewan yang diberi makanan tinggi lemak selama masa remaja dan kami mengamati bahwa ketika mengembalikan tingkat Reeli, baik plastisitas sinaptik dan fungsi kognitif kembali normal," jelas Pacale Chavis dari INMED Institute di Prancis.

Keseimbangan nutrisi selama masa pertumbuhan seorang anak sangat penting untuk mencapai kapasitas dan fungsi yang maksimal dari fungsi prefrontal saat ia dewasa.
 


(DEV)