7 Bahan Kimia Penyebab Masalah Reproduksi yang Paling Sering Ditemukan

Torie Natalova    •    Selasa, 15 Nov 2016 10:47 WIB
kesehatan dan produktivitas
7 Bahan Kimia Penyebab Masalah Reproduksi yang Paling Sering Ditemukan
Tanpa Anda sadari, secara langsung maupun tidak langsung Anda terkena paparan bahan kimia dari peralatan rumah tangga yang Anda pakai. (Foto: Rodalesorganiclife)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tanpa Anda sadari, secara langsung maupun tidak langsung Anda terkena paparan bahan kimia dari peralatan rumah tangga yang Anda pakai. Jika terus dibiarkan, ini bisa mengancam kesuburan Anda.

Kesuburan baik pria maupun wanita sangat penting untuk Anda yang menginginkan kehadiran anak dalam pernikahan. Karenanya, jika Anda ingin hamil, pastikan beberapa bahan atau senyawa kimia ini tidak berada di sekitar lingkungan Anda.



1. Bahan kimia anti lengket
Panci atau wajan anti lengket memang sangat nyaman dipakai karena mudah dibersihkan. Masalahnya, bahan kimi anti lengket mulai masuk ke makanan setelah chip dan goresan muncul di permukaan atau enamel. Migrasi bahan kimia inilah yang menyebabkan masalah, salah satunya masalah kesuburan.

Peneliti Denmark menemukan bahan kimia antilengket yang ada di dalam tubuh pria mengandung  lebih tinggi asam perfluoralkyl. Hanya memiliki setengah dari jumlah sperma yang sehat. Cobalah ganti bahan anti lengket dengan memasak menggunakan panci dari kaca, besi, stainless steel atau periuk.



2. Glymes
Bahan kimia pelarut ini biasanya ditemukan dalam pembersih karpet, tinta inkjet printer, cat dan baterai lithium. Environmental Protection Agency (EPA) memperingatkan konsumen dari bahaya bahan kimia ini. Sebuah studi melihat pekerja di pabrik-pabrik yang biasa menggunakan glymes, memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi mengalami keguguran.

Sebaiknya, hindari produk pembersih karpet dan sebagai gantinya gunakan obat alami seperti cuka putih dan baking soda untuk menghilangkan noda.



3. BPA
Bisphenol A atau BPA digunakan pada banyak produk. Studi menemukan pria dengan kadar BPA tinggi di urinenya memproduksi sperma dengan kualitas rendah, lebih sulit untuk reproduksi. Studi dari University of California menemukan bahwa wanita yang akan menjalani bayi tabung dan mengandung kadar BPA tinggi, memproduksi sel telur yang lebih sedikit.

BPA sering ditemukan pada kebanyakan makanan kaleng, beberapa plastik no.7. Karenanya, hindari menggunakan makanan kaleng atau yang dibekukan, minum dari botol kaca bukan plastik.

(Baca juga: Ciri-Ciri Kandungan Sehat)



4. Flame retardants
Bahan ini biasa digunakan untuk pembuatan kursi mobil dan karpet padding. Pada 2010, peneliti menerbitkan studi yang mengatakan, setiap kenaikan kadar polybrominated diphenyl ethers dalam darah perempuan cenderung mengalami peninggkatan 30 persen sulit hamil.

Cobalah untuk memilih bahan permukaan yang alami seperti dari kayu atau bambu, daripada karpet. Zat kimia ini paling sering ditemukan pada karpet padding, elektronik, busa furnitur dan debu.



5. Phthalates
Ini mungkin merupakan salah satu senyawa beracun rumah tangga yang ada dimana-mana. Phthalates adalah bahan kimia plasticizing yang ditemukan dalam produk vinil dan produk yang mengandung wewangian buatan. Pria dengan paparan tinggi senyawa ini dapat menurunkan kualitas sperma menjadi abnormal atau alami kerusakan DNA.

Phthalates ditemukan dalam produk vinil, termasuk tirai shower dan kulit imitasi, produk beraroma seperti cologne, parfum, penyegar udara, deterjen, pelembut kain, sampo, sabun, hairspray, body spray, lotion dan produk perawatan lain. 

Untuk menghindari bahan kimia ini, Anda bisa menggunakan wewangian dari nabati dan menggunakan cuka putih sebagai pelembut kain. Baca label pada kemasan produk dengan aroma, karena biasanya produk yang beraroma mengandung ribuan bahan kimia.



6. Pesitisida
Pestisida sudah sangat sering di telinga Anda. Pestisida ditemukan dalam produk pertanian, produk hama atau penyemprot pembunuh serangga. Pestisida erat dikaitkan dengan risiko kemandulan dan keguguran pada wanita hamil.

Pestisida juga sering digunakan pada buah-buahan dan sayuran. Biasanya ini dipakai untuk membunuh gulma atau hama pada sayuran dan buah-buahan. Untuk menghindari paparannya, belilah sayuran atau buah organik.



7. Nitrat
Polusi dari pasukan air minum yang berasal dari nitrogen dan nitrat, telah dikaitkan dengan masalah reproduksi, kanker, dan keguguran. Nitrat dapat ditemukan di daerah pasokan air minum yang menggunakan pupuk kimia. 
Jika Anda memiliki air sumur, gunakan alat penguji air untuk mengecek kandungan air di dalamnya apakah mengandung nitrat atau tidak. Menghilangkan nitrat dalam air bisa menggunakan filter air khusus yang bersertifikat.






(TIN)