Penderita HIV Diimbau Tidak Merokok, Ini Alasannya

Torie Natalova    •    Minggu, 06 Nov 2016 16:34 WIB
studi kesehatan
Penderita HIV Diimbau Tidak Merokok, Ini Alasannya
(Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, New York: Bagi pasien HIV yang merokok, peneliti melaporkan bahwa kemungkinan kematian yang lebih besar mengintai mereka akibat dari kebiasaan merokoknya, bukan dari virus HIV. Berdasarkan penelitian, kondisi tersebut disebabkan oleh mutasi puluhan DNA yang memicu kanker.

Obat terbaru untuk penderita kanker dapat menjaga mereka tetap sehat, meski tidak menyembuhkan infeksinya. Obat ini bekerja sangat baik bagi penderita kanker dan memiliki harapan hidup yang sama seperti orang-orang yang tidak terkena infeksi.

Namun, yang menjadi masalah adalah sebanyak 40 persen pasien HIV merokok. Dr. Khrisna Reddy dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, ingin melihat yang lebih buruk antara HIV atau merokok.

Dalam laporan Journal of Infectious Disease, rata-rata merokok memotong enam tahun dari harapan hidup orang yang berusia 40 tahunan dengan HIV yang ditangani dengan baik.

"Seseorang dengan HIV yang secara konsisten mengambil obat-obatan HIV, tapi merokok, jauh lebih mungkin untuk meninggal dari penyakit yang berhubungan dengan merokok, daripada virus HIV itu sendiri," kata Reddy.

Seorang perokok yang memulai pengobatan HIV pada usia 40 tahun, dapat memiliki harapan hidup hingga 60 tahun pada pria, dan 65 tahun pada wanita. Mantan perokok bisa berharap untuk hidup hingga umur 71-73 tahun. Sedangkan, orang yang tidak pernah merokok bisa berharap untuk hidup hingga berusia 72 tahun untuk pria, dan 64 tahun untuk wanita.

Dalam studi kedua, sebuah tim peneliti internasional menemukan mutasi genetik yang disebabkan oleh merokok. Mutasi ini bisa berkembang menjadi kanker. Ini dilakukan dengan memeriksa tumor pada 10 jenis kanker yang diketahui disebabkan oleh merokok, dengan mengambil sampel 5.000 pasien kanker yang merokok dan tidak merokok.

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan DNA. Tim menemukan, merokok mengakibatkan banyak kerusakan. Sel-sel paru-paru mendapatkan 150 mutasi yang berbeda-beda setiap tahun dari merokok. Begitupun dengan sel tenggorokan, dan faring.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa merokok dengan tembakau menyebabkan kanker yang lebih kompleks dari yang kita duga," kata Mike Stratton, salah satu peneliti dalam sebuah pernyataan.

Merokok adalah penyebab terbesar dari penyakit yang dapat dicegah. Merokok sendiri telah menewaskan lebih dari 480 ribu orang Amerika setiap tahun. Dan secara global, membunuh 6 juta orang per tahun akibat kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru dan penyakit mematikan lainnya.
 


(DEV)