Studi: Hentikan Kebiasaan Olahraga Dapat Memicu Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 24 Mar 2018 13:28 WIB
olahraga
Studi: Hentikan Kebiasaan Olahraga Dapat Memicu Depresi
Studi: Hentikan Kebiasaan Olahraga Dapat Memicu Depresi (Foto: istock)

Jakarta: Menghentikan kebiasaan olahraga ternyata dapat menimbulkan depresi, demikian menurut sebuah penelitian baru.

"Banyak bukti klinis menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat mengurangi dan mengobati depresi. Namun, ada penelitian terbatas tentang apa yang terjadi dengan gejala depresi ketika olahraga dihentikan," kata peneliti Julie Morgan dari University of Adelaide.

Menurutnya, aktivitas fisik yang cukup dan olahraga penting untuk kesehatan fisik dan mental.

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Affective Disorders tersebut menginvestigasi dampak penghentian olahraga pada 152 orang dewasa.

Para partisipan diminta berolahraga minimal 30 menit tiga kali seminggu selama tiga bulan.

"Dalam beberapa kasus, menghentikan olahraga dapat memicu peningkatan gejala depresi setelah tiga hari (tidak olahraga)," ujar asisten peneliti Bernhard Baune, Profesor di Universitas Adelaide.

Ia menambahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa gejala depresi muncul setelah satu atau dua minggu, di mana durasi tersebut termasuk cepat.

Para peneliti melihat bahwa gejala depresi tersebut muncul karena tidak adanya penanda biologis yang biasanya terlibat dengan gejala depresi.

Gejala depresi secara signifikan lebih tinggi pada partisipan wanita.

"Saat ini, penting untuk orang-prang mengerti dampak potensial pada kesejahteraan mental ketika tiba-tiba menghentikan olahraga rutin," pungkas Baune.

Sebuah penelitian sebelumnya, yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry, menunjukkan bahwa orang pada segala usia dapat mendapatkan manfaat kesehatan mental dari olahraga, bahkan hanya dalam tingkat ringan.

 


(ELG)