Cegah Stunting Sejak Merencanakan Kehamilan

   •    Rabu, 08 Nov 2017 13:26 WIB
tumbuh kembang anak
Cegah Stunting Sejak Merencanakan Kehamilan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Persoalan stunting disebut sebagai masalah gizi yang instrumental. Periode pemberian gizi atau masa kritis pemberian gizi sebenarnya bukan setelah anak dilahirkan namun harus dimulai ketika calon ibu mempersiapkan kehamilan.

"Ini menyangkut 1000 hari pertama kehidupan yang 270 hari di antaranya terjadi selama kehamilan. Lebih dari itu bukan hanya kualitas asupan gizi ibu ke calon bayi saat hamil tetapi masa pra-kehamilan pun juga penting," ungkap Kepala Pokja Pemantauan dan Evaluasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan, dalam Economic Challenges, Selasa 7 November 2017.

Elan menyebut setiap orang tua maupun calon orang tua perlu menyadari bahwa stunting bisa terjadi jika asupan gizi terganggu. Dia pun meminta kepada para calon ibu khususnya untuk memastikan bahwa asupan gizi harus cukup sejak merencanakan kehamilan hingga anak melewati masa 1000 hari pertama kehidupan.

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah bagaimana asupan gizi yang diberikan bisa secara efisien diserap dengan baik oleh anak. Sebab, bagaimanapun anak yang imunnya belum sekuat orang dewasa mudah terkena sakit yang bisa mengganggu penyerapan gizi.

"(Misalnya) Diare, pada anak itu gampang sekali. Bisa dari air minum yang tidak higienis, masalah sanitasi, atau lingkungan yang kotor. Hal-hal seperti ini bisa dicegah dan diatasi," katanya.

Selain asupan gizi, Elan mengatakan pernikahan usia muda di bawah 18 tahun juga salah satu faktor yang membuat potensi stunting pada anak berpeluang besar. Perkawinan usia muda berkaitan dengan perkembangan fisiologis pasangan yang dinilai belum matang.

Khusus bagi perempuan yang tentu akan menjadi calon ibu perlu menyadari bahwa perkembangan fisiologis yang belum matang dapat memengaruhi kesehatan calon bayi dan ibu itu sendiri.

"Usia muda secara fisiologis organnya belum siap mengandung dan memberikan gizi optimal kepada calon bayi. Asupan gizi selama kehamilan yang tidak optimal pasti akan memengaruhi penyerapan gizi yang seharusnya didapatkan oleh calon bayi," jelasnya.




(MEL)