Perbanyak Buah dan Hindari Junk Food Dapat Meningkatkan Kesempatan Hamil

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 05 May 2018 17:22 WIB
hamilkehamilan
Perbanyak Buah dan Hindari Junk Food Dapat Meningkatkan Kesempatan Hamil
Perbanyak Buah dan Hindari Junk Food Dapat Meningkatkan Kesempatan Hamil (Foto: gettyimages)

Jakarta: Padatnya aktivitas keseharian membuat kita tak memikirkan asupan apa yang masuk ke dalam tubuh. Padahal, konsumsi junk food berlebih dan kurang buah dapat memengaruhi fertilitas.

Sebuah penelitian dari Australia menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kurang dari tiga buah buah-buahan dalam sebulan memiliki risiko hamil lebih kecil 50 persen dibandingkan wanita yang senang makan buah.

Selain itu, penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa mereka yang jarang mengkonsumsi junk food hamil sebulan lebih cepat, dibandingkan wanita yang mengonsumsi junk food lebih dari empat kali dalam satu minggu.

Banyak orang sudah menyadari bahwa pola makan berperan penting dalam proses kesuburan. Hal ini terlihat dari 5.598 partisipan wanita yang ditanyai tentang pola makan selama kunjungan antenatal pertama.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Human Reproduction tersebut melibatkan para wanita dari Inggris, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru yang belum pernah memiliki anak.

Di antara semua pasangan dalam penelitian, 468 (8 persen) diklasifikasikan sebagai tidak subur (belum hamil dalam jangka waktu lebih dari satu tahun) dan 2.204 (39 persen) hamil dalam waktu satu bulan.

Para peneliti menemukan bahwa pada wanita dengan asupan buah terendah, risiko infertilitas meningkat dari 8 persen menjadi 12 persen. Sementara pada mereka yang makan junk food empat kali atau lebih dalam seminggu, risiko infertilitas meningkat dari 8 persen menjadi 16 persen.

"Temuan ini menunjukkan bahwa makan makanan berkualitas baik yang mencakup buah dan meminimalkan konsumsi makanan cepat saji meningkatkan kesuburan dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk hamil," kata peneliti Profesor Claire Roberts dari University of Adelaide.

Menurut ahli gizi Melanie McGrice, yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, buah sangat bermanfaat dan aman untuk mengoptimalkan kesuburan pada wanita.

"Buah kaya antioksidan, vitamin dan fitokimia, dan tidak boleh disamakan dengan gula dan minuman ringan," tambahnya.

 


(ELG)