Penjelasan Kenapa Menyusui Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara

Raka Lestari    •    Kamis, 11 Oct 2018 11:42 WIB
kanker payudara
Penjelasan Kenapa Menyusui Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Menyusui memiliki banyak manfaat, selain untuk tumbuh kembang bayi Anda ternyata menyusui juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan. Salah satunya membantu menurunkan risiko kanker payudara. 

Penelitian oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa kehamilan yang terlambat dan masa menyusui yang singkat di kalangan ibu-ibu perkotaan adalah alasan utama meningkatnya jumlah kasus kanker payudara secara global.  

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa jika seorang wanita menyusui anaknya lebih dari 12 bulan dapat mengurangi risiko hingga 4,3 persen.

Menyusui akan menginduksi perubahan hormonal selama menyusui yang menunda periode menstruasi.  Hal tersebut dapat mengurangi paparan paparan terhadap hormon wanita, yaitu estrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kanker payudara. Selain itu, selama kehamilan dan menyusui wanita akan melepaskan jaringan payudara yang dapat membuang sel-sel DNA yang berpotensi memiliki kerusakan sehingga membantu mengurangi kemungkinan Anda terkena kanker payudara, dikutip dari The Health Site

Selain kanker payudara, menyusui juga dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium dengan mencegah ovulasi. Semakin sedikit Anda berovulasi, semakin sedikit paparan estrogen dan sel-sel abnormal yang bisa menjadi kanker. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari menyusui, Anda harus melakukannya secara eksklusif setidaknya selama enam bulan, menurut American Institute for Cancer Research dan World Health Organization. 

Sebelumnya, peneliti dari Australia menemukan bahwa wanita yang menyusui selama lebih dari 13 bulan, 63 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker ovarium daripada wanita yang menyusui kurang dari tujuh bulan.

Selain itu wanita yang menyusui banyak anak selama lebih dari 31 bulan dapat mengurangi risiko kanker ovarium mereka hingga 91 persen dibandingkan dengan wanita yang menyusui selama kurang dari 10 bulan.

 


(DEV)