Penelitian: Kurang Tidur Bisa Cegah Depresi

Raka Lestari    •    Minggu, 24 Sep 2017 19:12 WIB
studi kesehatan
Penelitian: Kurang Tidur Bisa Cegah Depresi
(Foto: Medical Daily)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kurang tidur secara terus menerus dan insomnia yang cukup parah dapat berdampak pada kesehatan mental dan emosional. Namun, beberapa bukti menunjukkan ternyata kurang tidur juga dapat memiliki manfaat.

Sebuah meta analisis dari 66 studi independen yang dilakukan antara tahun 1974 sampai 2016 menemukan bahwa kurang tidur bisa mengurangi gejala depresi pada hampir setengah pasien yang diteliti, setidaknya bila dilakukan pada pengaturan rawat inap yang terkontrol.

"Lebih dari 30 tahun sejak penemuman efek anti depresi yang ditimbulkan akibat kurangnya waktu tidur, kami masih belum memahami secara tepat seberapa efektif pengobatan ini dan bagaimana mencapai hasil yang terbaik," ujar Philip Gehrman, peneliti senior dari University of Pennsylvania.

Tim menemukan bahwa kekurangan tidur parsial, dimana pasien hanya diperbolehkan tidur selama 3-4 jam dalam semalam diikuti dengan terjaga secara paksa selama 20-21 jam, sama efektifnya dengan mengurangi gejala depresi karena kurang tidur selama 36 jam.

Tingkat respons dari dari keseluruhan sebesar 45 persen untuk penelitian dengan kontrol grup, dan 50 persen untuk penelitian tanpa kontrol kelompok.

Adanya korelasi antara kurang tidur dan peningkatan gejala anti deperesi bukan berarti hal ini dapat menggantikan perawatan yang sebenarnya.

Temuan ini mendukung efek yang dapat dihasilkan dari kurang tidur dan menyarankan perlunya penelitian masa depan mengenai kurang tidur terhadap gejala anti depresan.


 


(DEV)