Studi: Bertahan pada Pekerjaan yang Dibenci Dapat Memperburuk Kesehatan

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 23 Sep 2017 19:28 WIB
studi kesehatan
Studi: Bertahan pada Pekerjaan yang Dibenci Dapat Memperburuk Kesehatan
Studi: Bertahan pada Pekerjaan yang Dibenci Dapat Memperburuk Kesehatan (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dari Ohio State University menemukan bahwa bertahan pada pekerjaan yang tak disenangi dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Studi yang dipublikasikan dalam Social Science And Medicine tersebut menemukan bahwa penurunan kepuasan kerja yang konsisten saat berusia 20-an dan 30-an dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental pada di kemudian hari.

"Kepuasan bekerja dapat memengaruhi kesehatan sejak awal usia 40-an," kata Jonathan Dirlam, salah satu peneliti.

Studi tersebut menunjukkan bahwa tingkat tertinggi dari depresi, masalah tidur, dan terlalu cemas ditemukan pada mereka yang tak puas terhadap pekerjaan mereka saat berusia 20-an dan 30-an. Orang-orang tersebut juga cenderung didiagnosa mengalami masalah emosional.

Sebaliknya, mereka yang awalnya bahagia dengan pekerjaan namun mengalami penurunan kepuasan seiring berjalannya waktu juga terlihat kurang tidur dan lebih banyak cemas, meski tak mencapai taraf depresi dan tidak mengalami kecenderungan mengalami gangguan emosional.

Tak hanya secara psikologis, ketidakpuasan pada pekerjaan juga berpengaruh ke fisik. Studi tersebut juga menemukan bahwa mereka yang dengan tingkat kepuasan kerja rendah cenderung memiliki kesehatan yang lebih buruk, seperti nyeri punggung atau sering sakit.

Studi lain menyebutkan bahwa tekanan yang dialami dalam pekerjaan yang tak disenangi akan berpengaruh pada jumlah sel putih yang makin berkurang, sehingga lebih rentan mengalami infeksi. Bahkan, penelitian lain menemukan bahwa tekanan kerja dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kabar baiknya, studi tersebut melihat bahwa mereka yang awalnya tak senang dengan pekerjaan namun semakin positif seiring berjalannya waktu, cenderung tak memiliki masalah jantung dibandingkan mereka yang selalu menganggap pekerjaan mereka menyebalkan.


(ELG)