8 Sebab Keluarnya Bercak Darah

Torie Natalova    •    Selasa, 04 Oct 2016 16:17 WIB
kesehatan dan produktivitas
8 Sebab Keluarnya Bercak Darah
Jika Anda pernah menemukan bercak darah dari vagina, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. (Foto: Picdn)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda mungkin pernah mengalami pendarahan tak terduga dari organ intim selain haid. Bagi sebagian besar wanita, kondisi ini tentu membingungkan dan juga mengkhawatirkan.

Jika Anda pernah menemukan bercak darah dari vagina di celana dalam, mungkin 8 faktor berikut ini adalah penyebabnya.

1. Kanker
Dilansir Women'shealthmag, inilah mengapa Anda perlu mewaspadai adanya pendarahan selain haid. Meski jarang terjadi, bisa jadi perdarahan yang tak teratur adalah pertanda kanker rahim atau serviks. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda mengidap HPV. 

2. Hamil
The American Pregnancy Association memperkirakan 20 persen wanita mendapatkan bercak darah selama 12 minggu awal kehamilan. Namun, pastikan bahwa bercak darah pada awal kehamilan cenderung lebih sedikit daripada menstruasi bulanan Anda.

3. Seks
Terkadang melakukan hubungan seks bisa membuat vagina Anda berdarah. Hal tersebut biasanya terjadi jika Anda dan pasangan melakukan hubungan terlalu kasar atau vagina dalam kondisi tidak cukup basah.

(Baca juga: Amankah Mengelap Organ Intim dengan Tisu Basah?)

4. Alat IUD atau KB
Memang benar, alat IUD atau KB yang dimasukkan dari vagina dapat menyebabkan pendarahan tidak teratur. Sekitar 25 persen orang yang memakai IUD jenis ParaGard mengalami haid lebih lama dan banyak. Alat IUD jenis Mirena juga bisa menyebabkan pendarahan setidaknya tiga hingga enam bulan pertama.

Itu karena IUD Mirena mengandung sedikit hormon progestin, levonorgestrel. Selain itu, pendarahan juga bisa terjadi jika IUD yang dipasang bergeser atau tidak berada di lokasi yang tepat.

5. Tiroid
Tiroid juga bisa menjadi penyebab pendarahan pada vagina. Jika ada bercak darah, dokter mungkin akan mengecek tiroid Anda apakah masih berfungsi baik atau tidak. Apa sebab tiroid bermasalah? 

Tiroid sub-par dapat mempengaruhi sistem pituitari yakni kelenjar hipofisis yang mengeluarkan bermacam hormon. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menyebabkan perdarahan.

6. Infeksi penyakit menular
Penyakit menular seksual (PMS) merupakan infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Penyakit ini sering muncul tanpa gejala. Namun, jika Anda pernah mendapati perdarahan dari vagina terutama setelah berhubungan seks, bisa jadi Anda terkena PMS. 

PMS dan HPV bisa menyebabkan peradangan di leher rahim Anda. Ketika leher rahim meradang, kondisi tersebut bisa menyebabkan pendarahan.

7. Obat-obatan
Biasanya obat pengencer darah bisa menyebabkan haid lebih banyak dan terjadi perdarahan. Suplemen seperti ginkgo biloba juga memiliki sifat pengencer darah yang dapat mempengaruhi aliran darah. 

Tak jarang, jenis pengontrol kehamilan seperti NuvaRing yang mengandung estrogen dan progestin bisa jadi penyebabnya.

8. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Sindrom ovarium polikistik merupakan suatu kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita di usia subur. Hormon testosteron laki-laki dapat mencegah estrogen berfungsi normal. Beberapa gejalanya seperti waktu haid yang sangat panjang dan banyak dan haid yang tidak teratur.






(TIN)