Infeksi Saluran Kemih Rentan Menyerang Perempuan saat Haid

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Oct 2016 15:10 WIB
kesehatan
Infeksi Saluran Kemih Rentan Menyerang Perempuan saat Haid
(Foto: madeeveryda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi lembab saat haid berpotensi menimbulkan infeksi di area genital. Infeksi saluran kemih pun rentan menyerang saat haid. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Adanya darah haid membuat jumlah bakteri buruk di area genital bertambah karena tingkat keasaman pH juga meningkat. Hal ini, kemudian memicu vaginitas dengan gejala gatal, iritasi, bau tak sedap, hingga keputihan

Selain itu, lendir pembatas atau cairan mukus serviks pada leher rahim pun berkurang karena diluruhkan atau diencerkan agar darah haid bisa mengalir keluar.

Pada saat haid, ekosistem bakteri di flora vagina--- yang biasa berkembang berbagai jenis bakteri baik jahat maupun baik---menjadi tak stabil. Akibatnya, jumlah bakteri jahat menjadi lebih dominan.

Kontaminasi bakteri juga bisa terjadi pada kondisi retrograde menstruation (siklus dua arah).

"Siklus dua arah terjadi bila sel darah atau jaringan yang seharusnya terbuang ke vagina, mengalir kembali ke leher rahim dan tuba falopi," jelas dr. Liva Wijaya, SpOG, spesialis kedokteran obstetric dan ginekologi saat ditemui di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Kondisi tersebut membuat mikroorganisme atau bakteri yang seharusnya bergerak dari atas ke bawah menjadi berbalik sehingga penyebaran bakteri menjadi semakin tinggi saat haid.

"Ini adalah salah satu penyebab banyaknya kasus infeksi saluran kemih atau kelamin terjadi aaat haid," tambahnya.

Oleh karena itu, dr Liva menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan saat haid. Caranya, dengan mengganti pembalut setiap 3-4 jam sekali untuk menghindari kondisi lembab pada organ intim wanita.

Jangan lupa pula membersihkan organ genital secara teratur dengan cara membasuhnya dari arah depan ke belakang, dan pastikan kondisinya kering saat selesai buang air besar.


(DEV)