Studi: Stres Saat Kehamilan Pengaruhi Otak Si Kecil

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 28 Mar 2018 17:36 WIB
kesehatankehamilanstudi kesehatan
Studi: Stres Saat Kehamilan Pengaruhi Otak Si Kecil
Studi di Boston menyimpulkan bahwa ibu yang stres selama hamil mengubah konektivitas saraf di otak bayi yang belum lahir. (Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

Jakarta: Stres selama masa kehamilan sebaiknya dihindari. Sebuah penelitian mengonfirmasi bahwa tekanan mental pada ibu dapat memberi pengaruh buruk pada otak dalam si kecil.

Dilansir dari Thehealthsite.com, studi yang dipresentasikan dalam pertemuan Cognitive Neuroscience Society di Boston tersebut menyimpulkan bahwa ibu yang stres selama hamil mengubah konektivitas saraf di otak bayi yang belum lahir. 

"Kami telah menunjukkan apa yang telah lama diteorikan, tetapi belum diamati pada manusia, yaitu bahwa stres seorang ibu selama kehamilannya tercermin dalam sifat-sifat penghubung dari otak anaknya yang sedang berkembang," kata salah satu peneliti Moriah Thomason dari Wayne State University.

Ia menambahkan, penelitian untuk mengetahui pengaruh prenatal pada bayi baru lahir atau usia lebih tua telah dikacaukan oleh lingkungan pascalahir.

Namun, kemajuan terbaru dalam pencitraan janin memungkinkan para peneliti untuk mendapatkan pengetahuan tentang periode kritis dalam perkembangan otak yang sebelumnya tidak pernah dapat diakses.

(Baca juga: Studi: Stres Saat Hamil Pengaruhi Pertumbuhan Bayi)

Dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional pada janin (fMRI), mereka memeriksa konektivitas fungsional pada 47 janin manusia yang dipindai antara minggu ke-30 dan ke-37 kehamilan.

Para peneliti melibatkan para ibu yang tinggal di lingkungan perkotaan dengan sumber daya rendah dan tekanan tinggi, yang mengalami depresi, kecemasan, kekhawatiran, dan stres tingkat tinggi.

Mereka menemukan, janin pada ibu yang stres mengalami penurunan efisiensi dalam hal pengaturan sistem fungsional saraf.

Data tersebut menunjukkan bahwa otak tidak berkembang secara berurutan dari sistem yang paling sederhana hingga sistem tingkat tinggi yang lebih rumit, tetapi mungkin malah mengembangkan area yang paling penting dalam menjembatani seluruh sistem pada awal perkembangan.

Para peneliti menemukan bahwa otak kecil memainkan peran sentral dalam efek yang diamati, dimana bagian tersebut sangat rentan terhadap efek stres kehidupan pranatal.







(TIN)