Ini Alasan Kenapa Anjing Jadi Peliharaan Favorit

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 25 Jul 2018 11:21 WIB
kesehatan mental
Ini Alasan Kenapa Anjing Jadi Peliharaan Favorit
(Foto: Independent)

Jakarta: Anjing adalah hewan peliharaan yang sangat mencintai majikannya. Sebuah studi memperkuat pernyataan tersebut dengan membuktikan bahwa anjing melakukan beberapa gerakan menghibur untuk membuat pemilik mereka merasa lebih baik secara mental. 

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Learning and Behaviour tersebut melakukan uji coba kelompok anjing dengan menempatkan pemilik mereka di sisi berseberangan dari pintu dan meminta para pemilik untuk bersenandung lagu Twinkle, Twinkle Little Star atau menangis. 

Kelompok anjing yang terdiri dari jenis golden retriever, pug, dan labrador, dapat melihat dan mendengar pemiliknya setiap saat.

Para peneliti menemukan bahwa anjing yang membuka pintu untuk menemui pemiliknya, tiga kali lebih cepat melakukannya ketika mendengar pemiliknya menangis daripada anjing yang pemiliknya bersenandung.

Selain itu, anjing-anjing yang datang melalui pintu untuk menghibur pemilik menangis terlihat memiliki tingkat stres yang lebih rendah, artinya mereka tidak merasa terlalu stres untuk membantu pemiliknya saat membutuhkan.

"Kami menemukan bahwa anjing tidak hanya merasakan apa yang dirasakan pemiliknya, (tetapi) jika seekor anjing tahu cara untuk membantu mereka, mereka akan melewati penghalang untuk membantu mereka," kata peneliti Emily Sanford dari Johns Hopkins University dan penulis utama studi ini.

"Setiap pemilik anjing memiliki cerita tentang pulang dari hari yang panjang, duduk untuk menangis dan anjing menemani mereka, menjilati wajah mereka. Di satu sisi, ini adalah jawaban ilmiah di balik itu."

Sementara itu, selama penelitian, beberapa anjing dengan cepat beraksi ketika pemiliknya tampak kesal. Sementara, anjing yang paling menunjukkan tanda-tanda stres adalah mereka yang tidak mencoba melewati pintu sama sekali.

Bukan karena kurang peduli, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu, demikian simpul studi itu.

"Anjing telah berada di sisi manusia selama puluhan ribu tahun dan mereka telah belajar membaca isyarat sosial kami," kata Sanford.

“Pemilik anjing dapat mengatakan bahwa anjing mereka merasakan perasaan mereka. Temuan kami memperkuat gagasan itu, dan menunjukkan bahwa, seperti Lassie, anjing yang tahu orang-orang mereka dalam kesulitan mungkin akan beraksi."

Penelitian, yang menilai perilaku 34 anjing tersebut terinspirasi oleh pengalaman yang dilakukan oleh rekan penulis Julia Meyers-Manor dengan hewan peliharaannya.

Saat bermain dengan anak-anaknya, Meyers-Manor mulai meminta bantuan karena 'dikubur' oleh anak-anaknya di tumpukan bantal.

"Suami saya tidak datang menyelamatkan saya, tetapi, dalam beberapa detik, Collie (nama anjing) saya telah mengeluarkan saya dari bantal," tambahnya. Meyers-Manor, asisten profesor psikologi di Ripon College, mengatakan.

"Saya tahu bahwa kami harus melakukan penelitian untuk pengujian yang lebih formal."




(DEV)