Lingkaran Setan Stunting

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 03 Aug 2018 07:16 WIB
stunting
Lingkaran Setan Stunting
Salah satu nutrisi yang tak boleh dilupakan dalam masa 1000 HPK adalah ASI yang disarankan diberikan pada bayi minimal hingga berusia 6 bulan. (Foto: Tanja Heffner/Unsplash.com)

Jakarta: Pemerintah sedang gencar menggaungkan pentingnya 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) agar generasi masa depan tidak mengalami stunting (gagal tumbuh) dan dapat tumbuh dengan optimal.

Faktanya, menurut ahli gizi dr. Kualitas Surapsari, SpGK, stunting bagaikan lingkaran setan. Artinya, gangguan tersebut dapat bersifat turun-temurun bila tak segera diputus rantainya. 

"Anak yang lahir dari ibu yang stunting cenderung mengalami stunting juga. Akibatnya, saat dewasa ia pun kurang gizi," ujarnya dalam temu media di Buumi Playscape, Kamis 2 Agustus 2018. 

Saat hamil kelak, jika gizi tak terpenuhi, maka ia juga berpotensi melahirkan anak kurang gizi dan kurang tepat dalam pemberian nutrisi saat lahir. 


("Anak yang lahir dari ibu yang stunting cenderung mengalami stunting juga. Akibatnya, saat dewasa ia pun kurang gizi," ujar dr. Kualitas Surapsari, SpGK. Paul Lin/Unsplash.com)

(Baca juga: Efek Domino dari Stunting)

"Makanya, ibu hamil (bumil) harus cukup nutrisi. Biarpun mengalami mual atau muntah, harus terpenuhi."

Stunting sendiri dapat memberi dampak buruk pada anak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satunya adalah risiko obesitas yang lebih besar di mana kelebihan berat badan dapat memicu beberapa penyakit seperti diabetes, stroke, hingga kanker. 

Selain itu, bila anak mengalami stunting akibat kurang gizi, pertumbuhan otaknya cenderung tak optimal dimana imbasnya terlihat pada gangguan kognitif dan kecerdasaan. Selain itu, perkembangan fisik pun ikut terhambat. 

Ia menambahkan, salah satu nutrisi yang tak boleh dilupakan dalam masa 1000 HPK adalah ASI yang disarankan diberikan pada bayi minimal hingga berusia 6 bulan. "ASI adalah mutlak, itu superfood untuk bayi," pungkasnya. 





(TIN)