Empat Perbedaan Mengandung pada Usia 20-an dan 30-an

Raka Lestari    •    Senin, 14 May 2018 10:40 WIB
kehamilan
Empat Perbedaan Mengandung pada Usia 20-an dan 30-an
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Usia 20 hingga 30 merupakan usia ideal untuk mengandung dan melahirkan. Meski demikian, beberapa perbedaan ketika Anda mengandung pada usia 20-an dengan 30-an. 

Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perempuan lebih mudah hamil pada usia 20-an dibandingkan 30-an. Ini disebabkan karena menurunnya faktor kesuburan setelah usia 32 tahun. 

Selain itu, risiko komplikasi kehamilan dan bayi mengalami cacat lahir meningkat seiring bertambahnya usia ibu, terutama jika hamil di atas usia 35 tahun. 

Di sisi lain, bukan berarti hamil pada usia 30-an tidak memberikan sisi positif. Pada usia ini, perempuan umumnya memiliki kondisi psikologis dan finansial yang lebih stabil. 

Masih ada beberapa hal yang membedakan kehamilan usia 20-an dan 30-an, berikut ulasannya, dilansir dari Romper. 

1. Risiko keguguran

Kualitas telur tak hanya memengaruhi kesuburan, tetapi juga risiko keguguran dari 10 persen pada usia 20-an menjadi 18 persen setelah Anda mencapai pertengahan 30-an.

2. Kemungkinan melahirkan kembar

Menurut ACOG, wanita usia 30-an cenderung memiliki anak kembar daripada wanita di usia 20-an. Bahkan, jika mereka tidak menggunakan teknologi reproduksi untuk hamil.

3. Kemungkinan melahirkan caesar

Menurut ACOG, risiko melahirkan caesar meningkat pada usia 30-an. Menurut catatan Mayo Clinic, hal ini kemungkinan terjadi karena meningkatnya komplikasi kehamilan seiring bertambahnya usia. 

4. Sembuh setelah melahirkan

Melahirkan pada usia 20-an akan lebih cepat pulih. Pakar kandungan Steven Goldstein, MD mengatakan bahwa ibu muda biasanya mengalami pemulihan yang lebih cepat dibanding ibu yang melahirkan pada usia 30-an. 

 


(DEV)