5 Mitos Kehamilan di Usia 35 Tahun ke Atas

Torie Natalova    •    Sabtu, 20 Oct 2018 10:15 WIB
kehamilan
5 Mitos Kehamilan di Usia 35 Tahun ke Atas
5 Mitos Kehamilan di Usia 35 Tahun ke Atas (Foto: gettyimages)

Jakarta: Banyak orang mengatakan, hamil di usia lebih dari 35 tahun berisiko tinggi terhadap berbagai masalah kehamilan dan kesehatan. Sementara, menurut angka terbaru dari kantor National Statistic, usia rata-rata seorang wanita hamil dan menjadi ibu baru meningkat menjadi 28-29 tahun.

Ada beberapa mitos tentang kesuburan ataupun kehamilan pada wanita berusia 35 tahun ke atas seperti berikut.

Mitos 1 : Sulit untuk hamil ketika usia wanita menginjak 30 tahunan
Faktanya, National Institute for Healthcare and Excellence menyatakan bahwa lebih dari 80 persen pasangan suami istri dapat hamil dalam waktu satu tahun, jika wanita tersebut berusia di bawah 40 tahun dan rutin berhubungan seksual.

Mitos 2: Di usia 30 tahunan, kesuburan wanita menurun
Faktanya, menurut NHS Maternity Statistic, hampir seperlima dari semua kelahiran berasal dari ibu-ibu berusia 35-39 tahun.

Mitos 3: Anda lebih berisiko mengalami keguguran jika hamil di usia 30-an
Faktanya, memang ada risiko keguguran yang sedikit lebih tinggi pada wanita hamil di atas 35 tahun. Bagi kebanyakan wanita, keguguran dapat terjadi satu kali dalam proses kehamilan mereka dan mereka dapat hamil kembali di masa depan tanpa keguguran.

Mitos 4: IVF adalah jalan satu-satunya untuk dapat hamil di usia 35 tahun ke atas
Faktanya, 80 persen pasangan dapat memiliki anak secara alami dalam satu tahun, hingga berusia 40 tahun. Menurut Dr. Nicopoullos, pasangan yang berjuang untuk hamil secara alami harus mempertimbangkan pengobatan sedini mungkin karena peluang keberhasilan pengobatan kesuburan mulai menurun dengan cepat dari usia 30-an.

Mitos 5: Berisiko mengalami komplikasi selama kehamilan
Faktanya, ada sedikit lebih banyak risiko untuk ibu yang baru pertama kali hamil di akhir usia 30-an. Ini termasuk kemungkinan diabetes yang lebih tinggi, pre-eklamsia, tekanan darah tinggi, keguguran dan melahirkan bayi Down's Syndrome. Namun, mayoritas wanita yang sehat dapat melahirkan bayi yang sehat pula.


 


(ELG)