Kacang, Obat yang Baik untuk Penderita Kanker Usus

Torie Natalova    •    Senin, 22 May 2017 11:58 WIB
kanker usus besar
Kacang, Obat yang Baik untuk Penderita Kanker Usus
Pasien kanker usus besar dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dengan rutin mengonsumsi kacang. (Foto: Pinterest/Popsugar.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasien kanker usus besar dapat meningkatkan peluang bertahan hidup dengan rutin mengonsumsi kacang. Tentunya, ini diimbangi dengan pola makan yang sehat dan olahraga teratur secara keseluruhan.

Penelitian baru menunjukkan, pasien kanker usus stadium 2 yang makan setidaknya 2 ons kacang dalam seminggu, memiliki kemungkinan 42 persen lebih rendah terkena kanker, dan 57 persen risiko lebih rendah untuk meninggal karena penyakit ini.



Stadium 3 berarti kanker mungkin telah menyebar ke jaringan sekitarnya, namun belum menyebar ke organ yang lebih jauh.

(Baca juga: Manfaat Kacang-kacangan Bagi Tubuh)

Menurut Bruce Johnson kepala penelitian, diet dan gaya hidup sehat dapat mempengaruhi risiko kanker kembali dan dapat membantu Anda hidup lebih lama. 

Penelitian ini melibatkan lebih dari 800 pasien yang telah menjalani operasi dan kemoterapi untuk kanker usus besar.

Hampir satu dari lima pasien mengatakan bahwa mereka mengonsumsi setidaknya 2 ons kacang dalam seminggu. Peneliti menemukan risiko kekambuhan kanker lebih rendah dan kelangsungan seluruh hidupnya lebih tinggi.

Namun, manfaat ini terbatas pada kacang pohon seperti kacang Brazil, kacang mete, kemiri, kenari, dan pistachio. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa kacang dan selai kacang tidak memberi manfaat apa pun.

Peneliti berpikir bahwa orang yang makan kacang pohon mungkin memiliki gula darah rendah dan kadar insulin yang lebih rendah. Inilah yang diduga dapat menurunkan risiko kanker usus besar. Kacang pohon mengandung sejumlah besar asam lemak sehat, serat, dan flavanoid.

Perlu diingat bahwa penderita kanker tidak menghindari kemoterapi dan hanya mengobati kanker usus dengan diet dan olahraga. Peneliti menegaskan bahwa kemoterapi jelas menyelamatkan nyawa.







(TIN)