Mitos Seputar Susu

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 01 Jun 2017 10:44 WIB
susu
Mitos Seputar Susu
Para dokter anak menyakini bahwa minum susu saat sakit batuk tidak akan membahayakan. (Foto: Typepad)

Metrotvnews.com, Jakarta: Susu adalah salah satu sumber kalsium yang banyak dikonsumsi oleh segala jenis kalangan usia, dari anak kecil hingga lanjut usia. Namun, tak sedikit orang yang mendengar banyak mitos terkait minuman satu ini. Apa sajakah itu?

(Baca juga: Vitamin pada Susu Bantu Mengurangi Efek Samping Kemoterapi)



1. Tak boleh minum susu saat batuk
Ini adalah mitos belaka. Para dokter anak menyakini bahwa minum susu saat sakit batuk tidak akan membahayakan, bahkan kandungan dalam minuman tersebut dapat meningkatkan sistem imun. 



2. Hindari minum susu setelah makan makanan pedas
Minum segelas susu diyakini dapat menganggu sistem pencernaan. Padahal, minum susu encer 30 menit setelah makan makanan pedas baik untuk menurunkan produksi asam sehingga sistem pencernaan membaik. 



3. Hindari minum susu setelah minum obat antibiotik
Ini adalah salah satu mitos yang paling umum. Faktanya, minum susu saat sedang mengonsumsi antibiotik tak berbahaya bagi asupan nutrisi dan tak mempengaruhi efektivitas obat. Selain itu, susu tinggi akan protein sehingga meningkatkan imunitas dan membantu melawan infeksi. 



4. Hindari minum susu setelah makan ikan
Banyak rumor yang menyebutkan bahwa minum susu setelah makan ikan dapat menyebabkan bercak pada kulit. Sementara, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kombinasi susu dan ikan tak baik bagi kulit. 

Anda dapat memakannya bersamaan atau terpisah, namun hindari minum susu segera setelah makan ikan pedas untuk menghindari gangguan pencernaan atau acid reflux.



5. Hindari minum susu saat menderita asam lambung
Tak banyak yang tahu bahwa susu adalah bahan alami terbaik untuk meredakan sensasi terbakar dan asam lambung. Minumlah segelas susu dingin setelah makan besar untuk menetralkan kelebihan produksi asam.





(TIN)