Penggunaan Gawai Terlalu Lama Bikin Remaja Tak Bahagia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 25 Jan 2018 19:19 WIB
kesehatan mental
Penggunaan Gawai Terlalu Lama Bikin Remaja Tak Bahagia
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Pemakaian gawai yang berlebihan ternyata dapat membuat tingkat kebahagiaan menurun. Sebuah penelitian dari San Diego State University menemukan bahwa remaja yang menghabiskan banyak waktu di depan layar gawai terlihat kurang bahagia dibandingkan mereka yang lebih senang bertatap muka langsung.

Studi tersebut menyimpulkan, bahwa menghabiskan waktu lebih dari satu jam membuat tingkat kebahagiaan semakin kecil.

Tim profesor psikologi menggunakan data dari studi longitudinal Monitoring the Future (MtF) untuk menggabungkan data. MtF adalah survei reprsentatif Amerika Serikat (AS) secara nasional dengan informasi mengenai kebiasaan melihat gawai pada lebih dari satu juta remaja AS dan tingkat kebahagiaan mereka secara keseluruhan.

Pemimpin studi Jean M. Twenge percaya bahwa penemuan tersebut membuktikan efek negatif dari penggunaan gawai berlebih pada remaja.

"Meski studi ini belum menunjukkan penyebab, beberapa studi lain telah membuktikan bahwa penggunaan media sosial berlebih dapat berujung pada ketidakbahagiaan, namun tidak dengan sebaliknya," ujar Twenge seperti dilansir Independent.

Menurut survei, remaja paling bahagia adalah mereka yang menggunakan digital media kurang dari satu jam. Di atas waktu tersebut, tingkat kebahagiaan semakin menurun.

Twenge menyarankan agar orang muda membatasi penggunaan media digital sekitar dua jam per hari dan meningkatkan aktivitas bertatap muka untuk meningkatkan kebahagiaan.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Emotion tersebut juga membandingkan tingkat kebahagiaan pada kelompok umur serupa di tahun 1990an dan menemukan bahwa tingkat kepuasan hidup menurun di tahun 2012, ketika lebih dari 50 persen warga AS memiliki smartphone.

"Dengan banyaknya perubahan pada remaja pada tahun 2012-2016, dimana durasi waktu di dunia digital semakin meingkat, terjadi penurunan aktivitas sosial secara personal dan jam tidur," jelasnya.

Menurutnya, kemunculan smartphone adalah penjelasan yang paling masuk akal untuk penurunan psikologis secara mendadak.

Lihat video:


 


(DEV)