Kenali Perbedaan USG dan Mamografi untuk Deteksi Kanker Payudara

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 16 Nov 2017 19:08 WIB
kanker payudara
Kenali Perbedaan USG dan Mamografi untuk Deteksi Kanker Payudara
Mamografi merupakan salah satu cara deteksi kanker payudara (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker payudara yakni dengan rutin melakukan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Namun, upaya pencegahan bisa semakin maksimal dengan dilakukannya SADANIS atau Periksa Payudara Klinis.

Sadanis dilakukan dengan alat medis, baik berupa USG atau mamografi. Apa beda dari kedua metode tersebut?

Mamografi menggunakan sinar X, sementara USG menggunakan gelombang suara. Mamografi juga disarankan untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun.

"Karena pada usia di bawah 35 tahun payudara masih banyak lemak dan padat sehingga sinar X tidak bisa masuk," terang dr Hardina Sabrida dari Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais dalam penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara di Metro TV, Kamis, 16 November 2017.

Namun, mamografi juga bisa dilakukan pada usia di bawah 35 tahun yang mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti operasi atau ada gangguan lain.

Pemeriksaan mamografi disarankan setahun sekali sebagai bentuk preventif dan deteksi dini pada penyakit yang tak memiliki gejala.

Kanker payudara mengalami pertumbuhan yang tak bisa dikontrol di mana umumnya gejala baru akan muncul ketika sudah berada stadium lanjut atau minimal II B.

"Kanker ini terbilang ganas karena masuk ke pembuluh darah dan getah bening, jadi bisa hinggap di organ mana saja seperti hati, tulang belakang, patu, dan lain-lain karena menyebabkan perubahan sel," pungkas dokter yang bekerja di Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais tersebut.




(DEV)