Studi: Lemak Tubuh Bantu Lawan Infeksi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 05 Jan 2018 12:05 WIB
kesehatan
Studi: Lemak Tubuh Bantu Lawan Infeksi
Meskipun bermanfaat dari segi kekebalan, kelebihan berat badan tetap tak baik bagi tubuh. (Foto: Courtesy of Independent.co.uk_

Jakarta: Banyak orang ingin menghilangkan lemak dalam tubuh yang dapat menyebabkan kegemukan. Namun, ternyata lemak tersebut dapat membantu melawan infkesi. 

Sebuah penelitian dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) menguji coba hewan tikus dan monyet untuk menganalisa sel yang disimpan dalam lemak. 

Studi yang dipimpin oleh Yasmine Belkaid tersebut mencoba mencari tahu kegunaan dari salah satu sel imun dalam lemak tubuh bernama sel ingatan T. Menurut New Scientist, sel tersebut belajar untuk melawan infeksi dari paparan sebelumnya ke patogen. 

"Sekali terpapar pada patogen, mereka membangun respons yang lebih kuat jika suatu saat diserang lagi," demikian menurut para peneliti. 

Tikus bukan satu-satunya hewan yang memiliki sel ingatan T dalam lemak tubuh, namun juga pada monyet. Artinya, kemungkinan sel memori pada lemak manusia juga memiliki peran yang cukup penting bagi tubuh. 


(Meskipun bermanfaat dari segi kekebalan, kelebihan berat badan tetap tak baik bagi tubuh. Foto: Pixabay.com)

"Ini artinya jaringan lemak tak hanya sebagai penampung sel ingatan, namun sel tersebut juga memiliki fungsi meningkatkan. Jaringan tersebut seperti ramuan ajaib yang dapat mengaktifkan sel T secara optimal," papar Belkaid. 

(Baca juga: Bukan Lemak, Ini Penyebab Berat Badan Bertambah)

Anthony Ferrante, asisten profesor kedokteran di Columbia University percaya bahwa penelitian tersebut membuktikan bahwa lemak seharusnya dikategorikan sebagai organ kekebalan, seperti kelenjar getah bening dan timus. 

Meskipun bermanfaat dari segi kekebalan, kelebihan berat badan tetap tak baik bagi tubuh. 

"Kita sekarang tahu bahwa lemak viseral, yang terutama di dalam dan di sekitar organ tubuh seperti hati, berbeda dengan lemak subkutan dan terlalu banyak mengurangi sensitivitas tubuh kita terhadap insulin kita sendiri," ujar Dr Matthew Capehorn, dokter umum dan direktur di Lighterlife Inggris, kepada The Independent.

"Dengan bertambahnya berat atau berlebih, kerusakan bisa terjadi pada sel-sel di pankreas, dan masalah ini justru akan memperparah." 










(TIN)