Insomnia Bukan Sekedar Sulit Tidur

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 18 Nov 2016 16:10 WIB
tidur
Insomnia Bukan Sekedar Sulit Tidur
Beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk insomnia antara lain adalah konsumsi kafein yang berlebihan, konsumsi alkohol sebelum tidur, merokok sebelum tidur, tidur siang yang berlebihan. (Foto: Gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap tahun, diperkirakan sekitar 20-50 persen orang dewasa di dunia melaporkan adanya gangguan tidur dan sekitar 17 persen mengalami gangguan tidur yang serius. Insomnia adalah salah satu gangguan yang paling sering dialami. 

Insomnia adalah keadaan dimana seseorang ingin tidur namun tak bisa terlelap dalam waktu normal, yaitu 15 menit saat merebahkan diri di tempat tidur atau tempat istirahat.

"Salah satu kondisi insomnia adalah belum bisa tertidur meski sudah 2-3 jam rebahan," tukas dr. Astuti SpS (K) - Spesialis Saraf & Neurologi dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dalam acara diskusi 'Bahaya Insomnia dan Hubungannya dengan Penyakit Komplikasi Lainnya', Jumat (18/11/2016).

Kondisi insomnia selain itu adalah sering terbangun beberapa kali (lebih dari lima kali) tanpa alasan yang jelas, misalnya karena ingin buang air besar. 

(Baca juga: Tidur Tanpa Busana Tingkatkan Kualitas Sperma)

Insomnia juga ditandai dengan bangun yang terlalu cepat. Jika seseorang tidur tepat waktu namun terbangun sebelum waktu istirahat terpenuhi (sekitar tujuh jam) dan tak bisa kembali tidur, maka ia bisa dikatakan terkena insomnia. 

Ciri lain dari insomnia adalah tidur dangkal dimana siklus tidur yang seharusnya melalui beberapa tahap agar bisa terlelap tidak selesai. Akibatnya, perasaan lelah akan mengikuti saat terbangun. 

"Jika sudah demikian, maka seseorang akan mengalami penurunakan kualitas hidup selama seharian karena masih mengantuk, perasaan lebih sensitif, pelupa, dan sukar konsentrasi," terangnya. 

Ada tiga kategori insomnia

1. Insomnia jangka pendek. 

2. Insomnia intermittent (hilang timbul). Insomnia yang bersifat sementara dan hilang timbul pada umumnya disebabkan oleh tingkat stres yang berlebih, hiruk-pikuk lingkungan sekitar, temperatur yang ekstrim, perubahan lingkungan yang drastis, mabuk pascaterbang (jet lag), dan efek samping pengobatan.

3. Insomnia jangka panjang atau kronis. Sementara, penyebab insomnia kronis ada beberapa faktor termasuk faktor kesehatan, kondisi jiwa atau mental, dan gaya hidup. Kebanyakan kasus insomnia kronis disebabkan oleh depresi.

Beberapa kebiasaan yang dapat memperburuk insomnia antara lain adalah konsumsi kafein yang berlebihan, konsumsi alkohol sebelum tidur, merokok sebelum tidur, tidur siang yang berlebihan, dan waktu tidur yang tidak teratur.






(TIN)