Mengapa Luka Pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh?

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 17 Nov 2016 16:10 WIB
kesehatan
Mengapa Luka Pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh?
Rajin menggunakan pelembab atau losion pada kaki juga penting bagi penderita diabetes karena biasanya penyakit ini rentan membuat kaki kering. (Foto: Listerinefootsoak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang berpikir bahwa penderita diabetes harus berhati-hati dalam merawat tubuh karena ada mitos yang mengungkapkan bahwa luka pada kulit akan sulit sembuh. Benarkah demikian?

"Tidak benar, karena penderita diabetes yang mesih memiliki pembuluh darah baik akan cepat sembuh juga. Namun dengan syarat gula darah juga bagus," jawab Prof. DR. dr. Agung Pranoto, Sp.PD-KEMD selaku Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dalam program edukasi bertajuk “Cegah, Obati, Lawan Diabetes”, Kamis (17/11/2016).

Namun bila pembuluh darah telah mengecil dalam jangka waktu lama, meskkipun gula darah masih dalam angka bagus, tingkat kesembuhan pun semakin sukar.

Salah satu indikasi dari pembuluh darah yang masih baik adalah detak yang masih bisa dirasakan pada bagian telapak kaki. Jika sudah sulit dirasakan saat diraba, maka kemungkinan aliran darah sudah tak normal atau dibawah standar.

"Kalau sudah begitu, digaruk sedikit saja sudah luka," tukasnya.

Oleh karena itu, perawatan kaki pada penderita diabetes cukup krusial untuk diperhatikan. Misalnya, dengan membasuh kaki setelah seharian bepergian.

(Baca juga: Orang Indonesia Malas Cek Diabetes Rutin)

"Setelah dibasuh, usahakan mengeringkannya dengan handuk putih agar bisa melihat apakah ada bagian kaki yang berdarah atau tidak," sarannya.

Selain itu, kenyamanan sepatu pun perlu diperhatikan dimana sebaiknya menggunakan sepatu yang tidak terlalu ketat di kaki karena hal tersebut dapat memengaruhi saraf dalam kaki. 

Rajin menggunakan pelembab atau losion pada kaki juga penting bagi penderita diabetes karena biasanya penyakit ini rentan membuat kaki kering.

Masalah kaki lain yang biasa dihadapi penderita diabetes adalah menebalnya lapisan kulita atau biasa disebut kapalan karena sensori neuropati yang ikut terpengaruh. 

Penebalan tersebut harus ditipiskan secara rutin agar jaringan yang terdapat di atas sensori neuropati tidak menekan jaringan yang berasa di atasnya. 






(TIN)