Benarkah Pria dengan Satu Testis Tidak Subur?

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 20 Jun 2018 17:55 WIB
seks dan kesehatan
Benarkah Pria dengan Satu Testis Tidak Subur?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kesuburan seorang laki-laki tergantung pada kualitas dan kuantitas sperma yang dihasilkannya. Namun, hal tersebut juga dipengaruhi banyak faktor seperti gaya hidupnya, usia, tingkat stres, kebugaran secara keseluruhan, asupan makanan, berat badan dan banyak lagi.

Sperma diproduksi di testis dimana seorang pria memiliki dua buah zakar yang menghasilkan sperma seumur hidup. Meskipun demiakian, beberapa hal trauma, infeksi, dan operasi dapat memaksa seseorang untuk kehilangan salah satu testis.

Lalu, apakah hal tersebut memengaruhi kesuburan?

Faktanya, pria yang memiliki satu testis sama suburnya dengan pria yang memiliki dua buah testikel. Setiap testis menghasilkan semen dan sperma. Masing-masing testis bertanggung jawab untuk menghasilkan jutaan sperma. Jadi ketika satu testis tidak ada, yang lain masih akan terus melakukan tugasnya.

Artinya hilangnya satu testis tidak berarti seorang pria tidak subur. Sperma yang diproduksi oleh testis yang tersisa masih mampu menghasilkan sperma yang dapat bergabung dengan sel telur dan membuahi. Setiap testikel menghasilkan jutaan sperma dan hanya satu sperma diperlukan untuk membuahi sel telur.

Apa yang sebenarnya harus dikhawatirkan adalah kualitas sperma, jumlah dan motilitas yang tidak bergantung pada jumlah testikel yang dimiliki pria, tetapi pada gaya hidup dan kesehatannya.

Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 dan dipublikasikan di The Journal of Urology menunjukkan bahwa jumlah testis tidak menghambat kemampuan untuk menghamili atau tingkat kesuburan pada pria dengan testis tunggal bila dibandingkan dengan populasi umum.

Studi tersebut menguji dua kelompok pria melakukan operasi untuk memperbaiki masalah dengan buah zakar. Ada 63 pria dimana 41 orang telah menjalani orchiopeksi (pembedahan untuk memindahkan testis yang tidak turun ke dalam skrotum dan memperbaiki secara permanen di sana) dan 22 dari mereka telah menjalani orchiektomi (prosedur pembedahan di mana satu atau kedua testikel dikeluarkan).

Studi tersebut menyimpulkan bahwa tingkat kehamilan pada kelompok orchiopeksi dan orchiektomi adalah 90,2 persen dan 90,9 persen. Sementara, angka kehamilan yang diterima dalam populasi umum adalah 82 persen hingga 92 persen.




(DEV)