6 Kombinasi Makanan yang Tak Baik Dikonsumsi Anak

Pelangi Karismakristi    •    Sabtu, 21 Jul 2018 14:21 WIB
kesehatan anakmakanan berbahaya
6 Kombinasi Makanan yang Tak Baik Dikonsumsi Anak
6 Kombinasi Makanan yang Tak Baik Dikonsumsi Anak (Foto: istock)

Jakarta: Sebagai orang tua, sudah selayaknya Anda memperhatikan asupan gizi yang baik untuk si buah hati. Perlu disadari pula bahwa tak semua makanan cocok dikonsumsi untuk anak-anak.

Hal ini disebabkan kerena sistem pencernaan anak-anak lebih lemah dibanding orang dewasa. Berikut ini ada beberapa kombinasi atau variasi makanan yang tak baik bagi anak:

1. Burger dan kentang goreng
Kedua makanan ini begitu menarik perhatian anak-anak ketika Anda mengajaknya ke restoran cepat saji. Namun keduanya tak baik dikonsumsi bersamaan karena akan menurunkan kadar gula darah pada anak.

2. Pisang dan susu
Baik pisang maupun susu dikenal mengandung nutrisi sehat untuk anak-anak. Namun Anda harus memastikan bahwa anak Anda tak mengonsumsi secara bersamaan. Hal ini akan membuatnya sangat mengantuk dan parahnya bisa menyebabkan melemahnya kemampuan mental seorang anak.

3. Buah dan yogurt
Berilah jeda waktu paling tidak satu jam jika Anda ingin memberikan dua jenis makanan ini. Sebab racun dari variasi keduanya dapat berisiko terhadap flora usus pada anak-anak di bawah 10 tahun. Selain itu juga bisa menyebabkan sinus, batuk, dingin dan bahkan dapat menyebabkan alergi.

4. Pizza dan soda
Seperti diketahui, pizza penuh dengan kandungan karbohidrat dan juga protein. Jika ditambah dengan minuman bersoda, justru akan memperburuk kondisi sang anak dan membuat si kecil kembung.

5. Daging dan kentang
Kombinasi makanan ini tak memiliki kandungan serat di dalamnya. Sedangkan serat dikenal bisa membantu proses pencernaan. Bila Anda memberinya pada saat yang bersamaan, akan memengaruhi sistem pencernaan si buah hati dan membuat mereka rentan terkena penyakit.

6. Roti putih dan jelly
Pilihan sarapan menu ini  tak disarankan bagi anak-anak karena kandungan karbohidrat yang berlebih di dalamnya. Hal ini juga berakibat terjadinya lonjakan kadar gula darah pada tubuh anak dan mereka akan bekerja keras untuk menghasilkan insulin yang dibutuhkan.

Dalam kasus yang parah, hal ini bisa memicu ketidakseimbangan gula darah dan berujung pada diabetes. Efek lainnya adalah lonjakan gula darah tiba-tiba menjadi lemah, anak Anda akan tiba-tiba merasa lapar. Lalu mereka akan mudah rewel, tersinggung dan tidak bisa fokus pada tugasnya.

 


(ELG)